Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sejumlah perusahaan game konsol mengklaim game besutan mereka dapat merangsang kerja otak, meningkatkan kemampuan kognitif, dan meningkatkan memori pada orang berusia lanjut disebut dapat menurunkan risiko demensia. Namun, ternyata sejumlah ilmuwan dari University of Sydney baru-baru ini menemukan fakta yang cukup mengejutkan.
Para peneliti ini mengungkapkan, kebiasaan bermain game dalam perangkat selular tanpa bantuan ahli hanya buang-buang waktu dan uang saja. Mereka menyebut terapi game untuk menurunkan risiko demensia pada orang berusia lanjut hanya bisa dilakukan di bawah pengawasan ahli.
Pelatihan aspek kognitif dengan memanfaatkan kemajuan teknologi di bawah pengawasan ahli dipandang efektif meningkatkan memori dan kesadaran spasial.
" Produk komersial yang dipromosikan untuk orang usia lanjut tidak akan bekerja sama sekali. Banyak cara yang lebih baik untuk menghabiskan uang dan waktu," kata Profesor Michael Valenzuela seperti dikutip Daily Mail, Rabu 20 November 2014.
Dalam riset yang melibatkan 51 uji klinis dan 5.000 peserta, Profeson Valenzuela mendapati adanya standar tertinggi berupa catatan medis dalam melakukan latihan otak dan fisik. Latihan selama satu hingga tiga kali seminggu disebut efektif untuk memaksimalkan aspek kognitif.
Penelitian kali ini seakan menguatkan temuan sebelumnya yang dilakukan oleh psikolog asal London Metropolitan University yang menyarankan 15 menit dalam sehari untuk latihan otak. Program tersebut bertujuan untuk membantu pertumbuhan sel-sel otak baru dan membantu orang-orang demensia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya