Dream - Sejumlah perusahaan game konsol mengklaim game besutan mereka dapat merangsang kerja otak, meningkatkan kemampuan kognitif, dan meningkatkan memori pada orang berusia lanjut disebut dapat menurunkan risiko demensia. Namun, ternyata sejumlah ilmuwan dari University of Sydney baru-baru ini menemukan fakta yang cukup mengejutkan.
Para peneliti ini mengungkapkan, kebiasaan bermain game dalam perangkat selular tanpa bantuan ahli hanya buang-buang waktu dan uang saja. Mereka menyebut terapi game untuk menurunkan risiko demensia pada orang berusia lanjut hanya bisa dilakukan di bawah pengawasan ahli.
Pelatihan aspek kognitif dengan memanfaatkan kemajuan teknologi di bawah pengawasan ahli dipandang efektif meningkatkan memori dan kesadaran spasial.
" Produk komersial yang dipromosikan untuk orang usia lanjut tidak akan bekerja sama sekali. Banyak cara yang lebih baik untuk menghabiskan uang dan waktu," kata Profesor Michael Valenzuela seperti dikutip Daily Mail, Rabu 20 November 2014.
Dalam riset yang melibatkan 51 uji klinis dan 5.000 peserta, Profeson Valenzuela mendapati adanya standar tertinggi berupa catatan medis dalam melakukan latihan otak dan fisik. Latihan selama satu hingga tiga kali seminggu disebut efektif untuk memaksimalkan aspek kognitif.
Penelitian kali ini seakan menguatkan temuan sebelumnya yang dilakukan oleh psikolog asal London Metropolitan University yang menyarankan 15 menit dalam sehari untuk latihan otak. Program tersebut bertujuan untuk membantu pertumbuhan sel-sel otak baru dan membantu orang-orang demensia.