Ilustrasi Bandara
Dream - Indonesia bukan satu-satunya negara yang berpikir meluncurkan program swastanisasi operator Bandar Udara (Bandara). Langkah serupa kini sedang dipertimbangkan Arab Saudi.
Harian lokal Al Eqtisadiah seperti dikutip Arabianbusiness melaporkan, pemerintah Saudi kini tengah berpikir untuk memprivatisasi sejumlah Bandara besar yang dioperasikannya.
" Manajemen dan operasional beberapa Bandara besar dengan arus penumpang lokal dan internasional yang pada mungkin segera ditawarkan ke pihak swasta," kata Juru Bicara General Authority of Civil Aviation (GACA) Saudi, Khaled Al Khaibary seperti dikutip Dream, Rabu, 14 Januari 2015.
Meski dikelola swasta, pemerintah memastikan akan tetap mempertahankan statusnya sebagai pemilik Bandara tersebut.
Saudi saat ini sudah memprivatisasi Bandara Internasional King Abdulaziz di Riyadh dan Bandara Pangeran Muhammad bin Abdulaziz di Madinah.
Sementara Bandara Taif rencananya akan diserahkan pengelolaannya kepada pihak swasta pada akhir tahun ini.
Kabar privatisasi ini muncul di tengah upaya Saudi mempercantik Bandara yang dimilikinya. Tak kurang dari US$ 10,65 miliar dana siap dikucurkan untuk program tersebut.