Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia akhirnya tak mampu menahan laju tekanan jual yang dilakukan pelaku pasar. Sempat bergerak flat di awal perdagangan, sejumlah indeks saham acuan berbalik ambruk di sesi penutupan.
Maraknya aksi jual pemodal asing ikut memperberat langkah bursa saham Indonesia mempertahankan posisinya di zona hijau. Ditambah isu harga minyak dunia yang bakal menyentuh level terendahnya pada tahun ini.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 14 Januari 2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor 54,691 poin (1,05%) ke level 5.159,66.
IHSG memang mengawali perdagangan kurang meyakinkan meski dibuka positif di level 5.217,20. Namun, tak butuh waktu lama, IHSG akhirnya tertekan aksi jual pasar. Alhasil, IHSG berulang kali jatuh ke zona merah.
Aksi jual pemodal memaksa 235 emiten menutup perdagangan di zona merah. Beruntung masih ada 86 emiten yang masih diburu pemodal dan 86 lainnya melajua stagnan.
Transaksi perdagangan di pertengahan pekan ini melibatkan 73,90 miliar saham senilai Rp 5,25 triliun.
Pemodal asing kembali melakukan aksi jual bahkan dengan nilai dua kali lipat dari perdagangan kemarin. Asing membukukan nett sell hingga Rp 618 miliar.
Emiten di sektor komoditas kembali menekan laju indeks saham. Indeks sektor saham pertanian terpuruk paling dalam hingga 2,01 persen, diikuti perdagangan 1,61 persen, dan pertambang 1,49 persen.
Lantai bursa tak menyisakan satu pun indeks sektor saham di zona hijau.
Keputusan pemodal melepas portofolio saham jelang sesi penutupan juga mendorong indeks saham syariah ke zona merah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah 2,246 poin (1,33%) ke level 166,02.
ISSI terseret pelemahan harga saham dari 139 emiten. Kenaikan harga saham dari 45 emiten dan stagnannya 56 emiten lainnya belum cukup mempertahankan ISSI di zona hijau.
Pemodal melakukan aksi jual beli terhadap 39,74 miliar saham senilai Rp 3,48 triliun.
Sama dengan IHSG, indeks berisi lebih dari 300 saham syariah ini juga mengawali perdagangan di zona hijau. Bahkan ISSI sempat menyentuh level tertingginya di 168,57.
Sayang tekanan jual pada saham komoditas khususnya saham Astra Agro Lestari (AALI) memupuskan harapan adanya kenaikan.
Sementara itu, indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga tidak bisa berbuat banyak. Jatuhnya harga saham dari 27 emiten unggulan membuat JII terpuruk ke zona negatif.
JII sore ini ditutup melemah 10,486 poin (1,51%) ke level 681,65. Tercatat hanya 1 emiten bluechips syariah yang bergerak menguat dan 2 lainnya masih diam di tempat.
Laju negatif seluruh indeks saham acuan di BEI sejalan dengan pelemahan yang melanda bursa saham regional. Indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng ditutup melemah 1,71 persen dan 0,43 persen.
Kurs rupiah masih bisa sedikti bernapas lega. Meski menyentuh level terenda 12.628 per dolar AS, kurs rupiah sore ini hanya turun 1 poin (0,01%) menajadi Rp 12.581 per dolar AS.