Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hannie Hananto. (Foto: Instagram.com/@HannieHananto)
Dream - Perkembangan fashion busana muslim luar negeri, bagi pendiri komunitas Hijabers Mom Community (HMC) Hannie Hananto, sudah berkembang dengan pesat. Bahkan bisa menjadi cambukan Indonesia untuk lebih baik lagi.
Meskipun Indonesia memiliki ciri khas desain. Tapi jangan sampai lupa dan terlalu percaya diri. Di luar sana, lanjut dia, negara juga akan terus berkembang.
" Siapa tahu lima tahun yang akan datang negara seperti Turki dan Malaysia bisa berkembang dengan baik, karena mereka itu fokusnya ke busana muslim," kata Hannie Hananto saat ditemui redaksi Dream.
Tapi satu hal yang membuat Hannie gelisah. Desainer Anemone ini melihat, budaya jiplak membuat desain busana muslim Indonesia menjadi membosankan.
" Karena tidak ada etika antara sesama desainer busana muslim. Jadi jiplak-jiplak-jiplak itu akan membuat jenuh. Begitu keluar dari satu fashion show lalu akan keluar satu Thamrin City seperti itu," tegas Hannie.
Hal ini bagi Hannie sangat berbahaya untuk perkembangan kreativitas desainer itu sendiri. Kondisi ini berpotensi munculnya keseragaman tanpa perkembangan.
" Lalu stuck, itu berbahaya loh," lanjut anggota Indonesia Fashion Chamber ini.
Lebih lanjut menurut Hannie, setiap desainer harus memiliki signature style yang kuat dan memperdalam lagi style masing-masing.
" Setiap desainer dan setiap brand harus punya karakter. Mau nggak mau kita harus mendalami karakter kita. Nggak bisa latah apa yang sedang " in" saat ini," tutup Hannie. (Ism) (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya