Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pelangi (Merdeka.com)
Dream - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Aceh menyebut fenomena pelangi kembar di Kabupaten Aceh Besar pada Kamis 16 Juni 2022 merupakan kejadian meteorologis yang spektakuler dan langka.
Fenomena pelangi kembar terjadi karena posisi matahari yang tidak terhalangi objek apa pun dan berada di bagian atas garis horizon.
" Pelangi terbentuk karena adanya proses fisika optik yang bekerja seperti dispersi, refleksi dan refraksi antara sinar matahari dan tetesan air dari awan cumulonimbus di atmosfer," kata Staf Ahli BMKG Provinsi Aceh, Andrean Simanjuntak, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 17 Juni 2022.
Menurut Andrean, variasi warna pelangi terjadi karena cahaya putih dibiaskan saat terkena tetesan air hujan yang mengandung spektrum. Akibatnya, muncul banyak warna dengan panjang gelombang berbeda.
Warna merah memiliki panjang gelombang terpanjang, sekitar 600 nanometer, sedangkan terpendek yaitu warna ungu sekitar 400 nanometer. Pelangi umumnya berbentuk setengah lingkaran karena dibatasi garis horizon bumi.
Fenomena pelangi kembar di Aceh Besar merupakan proses pelangi biasa yang terjadi karena siklus hidrologi. Pelangi kembar muncul karena dibiaskan dua kali oleh tetesan air hujan. Pelangi ke dua merupakan inversi pelangi pertama, seperti efek bayangan pada cermin.
Warna merah pada pelagi pertama berada di bagian terluar lengkungan. Sementara pada pelangi ke dua warna merah berada di bagian dalam.
" Fenomena pelangi kembar tidak bergantung pada musim tertentu, yang penting adanya siklus hidrologi yang menghasilkan awan cumulonimbus dan hujan serta keberadaan matahari yang cukup jelas," ungkap Andrean.
Dia menambahkan, tahun lalu pelangi kembar juga pernah terjadi di Bali pada bulan Desember. “ Durasinya sekitar sejam, setelah itu perlahan pudar hingga menghilang," jelas Andrean.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya