Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Koleksi Restu Angraini (Youtube - Australia Plus)
Dream - Perancang busana hijab asal Indonesia, Restu Anggraini, memamerkan koleksi terbaiknya dalam ajang Melbourne Fashion Festival. Dia menyebut, Australia punya potensi besar menjadi pasar busana Muslim.
“ Dari sensus di tahun 2011 yang saya baca, ada hampir 477 ribu umat Muslim yang berada di Australia, dan menjadikan sebagai agama terbesar ketiga di Australia,” ujar Restu, sebagaimana dikutip Dream dari ABC Radio Internasional, Jumat 11 Maret 2016.
Perempuan yang karib disapa Etu dan telah memiliki rencana bisnis hingga tahun 2030 ini pun telah memasukkan Australia sebagai salah satu sasarannya.
“ Dalam business plan tersebut, saya memasukkan cakupan pasar mana saja yang ingin dimasuki, produk dan material apa yang saya tawarkan untuk pangsa pasar yang berbeda-beda, serta strategi kerjasama dan pemasarannya,” jelas dia.
Menurut dia, persaingan industri busana Muslim di Australia masih sangat sedikit. Sehingga selalu ada ruang untuk terus berinovasi dan berkembang.
Melalui ajang Melbourne Fashion Festival, Etu berharap bisa menembus pasar negeri Kanguru itu. “ Saya berharap ini jadi kesempatan bagus untuk masuk ke pasar Australia untuk modest fashion-nya,” ujar Etu.
“ Kita bukan sekedar cuma jual desain, tapi juga menawarkan beberapa produksi yang bisa menjembatani antara Indonesia dan Australia, untuk mungkin produksi, kerjasama bagaimana bisa masuk ke market disini,” tambah dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya