Rabu, 14 Oktober 2026 Cari

Hipertensi Paru Bisa Diatasi dengan Obat Ini, Benarkah?

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 25 September 2018 10:43
Hipertensi Paru Bisa Diatasi dengan Obat Ini, Benarkah?
Gejala hipertensi paru cukup sulit terdeteksi.

Dream - Hipertensi paru menjadi salah satu momok bagi kaum Hawa. Penyakit ini terjadi pada paru-paru dengan meningkatnya tekanan darah pada pembuluh yang terhubung ke jantung.

Hipertensi paru cukup sulit dideteksi. Para wanita hanya merasakan sesak napas hebat tanpa sebab. Padahal tidak merasa ada gangguan apapun sebelumnya

" Makanya, perlu dilakukan deteksi sejak dini," ujar Direktur Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan, dr Dettie Yuliati, di Raffles Hotel, Jakarta, Senin 24 September 2018.

Hipertensi paru merupakan kasus yang belum mendapatkan solusi di Indonesia. Obatnya bahkan cukup sulit didapatkan. " Obat yang dijamin oleh BPJS hanya Beraprost," kata Dettie.

Hipertensi paru

Meski tersedia, nyata Beraprost belum sepenuhnya membantu dalam penganganan penyaki ini. Dibutuhkan kombinasi dengan obat lain agar efektif.

" Efek Beraprost tidak terlalu besar dibandingkan obat yang dijual di India maupun Amerika. Makanya, pemerintah berusaha menyertakan Sildenafil untuk bisa masuk ke Indonesia," ungkap Dettie.

1 dari 1 halaman

Ada yang Pakai Viagra

Di sisi lain, kata Dettie, harga Sildenafil bisa mencapai jutaan rupiah. Jauh lebih mahal dibandingkan Beraprost yang harganya di bawah Rp10 ribu.

Alhasil, menurut Dettie, ada sebagian wanita yang terpaksa mencari alternatif. Ada yang membeli obat sampai ke India atau Amerika, ada pula yang menggantinya dengan Viagra.

Obat kuat pria tersebut diklaim mengandung Sildenafil yang berfungsi memperlancar pembuluh darah. Sehingga, Viagra dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan hipertensi paru.

Padahal, belum ada penelitian mengenai efek Viagra dalam mengobati hipertensi paru. Termasuk penelitian soal tingkat keamanan obat ini terutama bagi ibu hamil maupun anak-anak.

Hipertensi paru

Pemerintah kini tengah berusaha agar Sildenafil bisa masuk di Indonesia. Ini agar penyakit kronik seperti hipertensi paru dapat segera tertangani.

" Kami berharap akses obat-obatan dengan dosis tertentu dapat dipercepat implementasinya, supaya bisa ditangani sedini mungkin sebelum terjadinya komplikasi dan berakibat fatal," tutur Ketua Yayasan Hipertensi Paru Indonesia, Indriani Ginoto.

Beri Komentar