Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber: Shutterstock
Dream - Pandemi Covid-19 telah membuat pasien penderita kanker tak bisa leluasa menjalani perawatan. Meski pengelola rumah sakit memastikan punya protokol tersendiri, perasaan was-was ketika harus keluar rumah tentu menggelayuti mereka.
Kondisi serba penuh keterbatasan ini tentu berdampak signifikan pada upaya penyembuhan. Pasien yang hendak melakukan diagnosis dini, terapi, atau pemantauan kanker tentu menjadi tertunda.
Jika ditemukan pada tahap awal, sebelum kanker bermetastasis, hasil akhir perawatan pasien biasanya lebih baik. Terlepas dari kondisi pandemi, pasien kanker tetap disarankan untuk terus melakukan konsultasi dengan dokter dan tidak menunda pengobatan.
Menyadari kendala yang dihadapi pengidap kanker dan mengadaptasi program global New Normal, Same Cancer, AstraZeneca bersama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) meluncurkan aplikasi Pulih yang bertujuan memudahkan pasien kanker mendapatkan akses terapi kanker. Nama aplikasi ini diambil dari kepanjang Program Peduli Sehat
Pulih merupakan aplikasi yang menyediakan layanan digital terintegrasi yang memberikan kemudahan kepada pasien untuk konsultasi, bantuan pasien, pengingat jadwal minum obat, dan materi edukasi seputar penyakit, pengobatan, dan isu kesehatan lainnya.

“ Kanker membutuhkan deteksi dan penanganan sedini mungkin agar meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker,” jelas Rizman Abudaeri, Direktur AstraZeneca Indonesia, pada siaran pers pada Juli 2021.
Pandemi tidak seharusnya menghalangi penanganan kanker, karena setiap harinya pasien kanker berlomba dengan waktu untuk mengalahkan kanker. Terlebih mereka yang memiliki kanker paru yang saat ini sangat rentan tertular Covid-19 dan bisa menimbulkan komplikasi berat.
“ Yayasan Kanker Indonesia menyadari bahwa kesinambungan dalam perjalanan pengobatan seorang pasien kanker itu amat penting dan pemanfaatan teknologi digital merupakan langkah strategis,” jelas Ketua YKI, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, Finasim, FACP.
YKI berharap aplikasi Pulih dapat memfasilitasi pasien kanker di seluruh Indonesia dengan beragam informasi dan akses seputar kanker.
“ Melalui kerjasama ini, kami berharap aplikasi Pulih juga dapat mendorong masyarakat untuk menyadari dalam melakukan deteksi dini kanker, termasuk pada kanker paru, guna mencegah ditemukannya kanker pada stadium lanjut,” jelas Prof. Aru Sudoyo.

Stephen, penyintas kanker baru, menceritakan akses ke fasilitas kesehatan memiliki banyak kendala di masa pandemi ini. Pengidap kanker mau tidak mau bertemu dengan pasien dengan berbagai penyakit selama berada di RS. Kondisi ini menciptakan rasa was-was.
Kehadiran aplikas ini, lanjut Stephen diharapkan dapat membantu pasien kanker untuk mendapatkan akses lebih mudah terhadap pengobatan terapi kanker di masa pandemi.
“ Aplikasi ini memiliki pengingat minum obat dan informasi mengenai kanker yang membantu pasien. Saya berharap semakin banyak pasien dan keluarga pasien mendapatkan manfaat dari aplikasi ini. Terus Semangat,” jelas Stephen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya