Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Ilustrasi (mabiq.blogspot.com)
Dream - Menu unik disiapkan oleh sebuah restoran di kawasan Kuantan, Pahang, Malaysia, untuk para pelajar penghafal Alquran. Ikan patin yang dimasak restoran ini harus ‘berpuasa’.
Kedai yang menyiapkan menu unik itu adalah Restoran Maahad Bahasa dan Ilmu al-Quran (Mabiq) milik Jamaluddin Abdul Jabbar. Restoran itu hanya membeli ikan patin yang tidak dikasih makan selama lima hari. Ikan-ikan itu dipasok oleh petani tambah di kawasan Paloh Hinai.
“ Ikan yang tidak ‘dipuasakan’ akan cepat berbau busuk dan pelanggan yang makan juga bisa merasakan perbedaan rasa antara ikan yang ‘puasa’ dan tidak,” kata Pengurus Eksekutif Mabiq, Jamaluddin Abdul Jabbar, dikutip Dream dari Sinar Harian, Kamis 4 Mei 2016.
“ Ini kerana palet makanan yang dimakan ikan masih belum hadam,” tambah Jamaluddin. Ikan yang ‘dipuasakan’ itu, kata dia, bukan saja untuk menghilangkan bau anyir, tapi juga menjadikan lebih sedap dimakan.
Rata-rata, restoran yang terletak di Tanjung Lumpur itu menggunakan sekitar 600 kilogram ikan patin untuk dimasak oleh tiga koki. Selain ikan patin, mereka juga memasak 32 jenis lauk lain.
Restoran ini buka saban hari mulai pukul 10.30 pagi hingga 4 sore, kecuali hari Jumat. Setiap lauk yang dimasak hanya untuk waktu satu jam. Setelah lewat satu jam, lauk akan dihangatkan kembali dan akan masak lauk yang baru jika kehabisan.
“ Kami tidak menjual sejenis lauk yang dimasak dengan banyak dari pagi sampai petang. Biasanya satu jam saja untuk satu lauk,” tambah Jamaluddin.
Saban hari, ada sekitar 150 pelajar tahfiz yang datang ke resto ini. Jumlahnya akan meningkat jika masa libur sekolah tiba. Menurut Jamaluddin, keuntungan restoran diserahkan kepada sekolah tahfiz yang dipakai untuk biaya 150 pelajar tahfiz.
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A