Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shuttestock)
Dream - Para ilmuwan merancang antibodi yang dapat menyerang 99 persen galur virus human immunodeficiency virus (HIV) dan mencegah infeksinya pada primata. Penelitian kolaborasi antara Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat dan perusahaan farmasi Sanofi menyebut antibodi ini dirancang untuk menyerang tiga titik krusial virus HIV.
Laporan BBC menyebut Yayasan AIDS Internasional mengatakan rancangan ini sebagai 'terobosan yang menarik'. Uji coba antibodi ini pada manusia rencananya akan dimulai pada 2018. Uji coba untuk melihat kemampuan antibodi itu mencegah atau mengobati infeksi karena serangan HIV.
Mundur ke belakang, perkembanangan penelitian antibodi virus HIV dari tahun ke tahun menunjukkan hasil positif. Upaya ini terbantu karena adanya sejumlah kecil pasien yang mengembangkan senjata ampuh bernama 'antibodi penetralisir'. Senjata ini menyerang bagian penting dari virus HIV dan membunuh galur HIV.
Uji coba yang dikembangkan Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat dan perusahaan farmasi Sanofi memanfaatkan tiga antibodi tubuh bernama 'trispesifik antibodi'. Kepala Penelitian Sanofi, Gary Nabel, mengatakan, antibodi baru ini diklaim lebih kuat ketimbang pendahulunya.
"Antibodi ini lebih manjur dan sebaran yang lebih besar daripada antibodi alami yang ditemukan," kata Nabel.
Antibodi alami terbaik hanya dapat merusak 90 persen galur virus HIV. Sementera itu pada 'trispesifik antibodi' kemungkinan dapat menyerang galur dengan cakupan 99 persen.
Percobaan pada 24 monyet menunjukkan tidak satu pun dari mereka yang diberi antibodi tri-spesifik mengembangkan infeksi saat mereka kemudian disuntik dengan virus tersebut.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya


Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking