Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream – Musim kemarau seperti saat ini membuat nyamuk seperti keluar dari sarangnya. Suara denging nyamuk serta gigitannya membuat tidur Sahabat Dream beberapa hari ini pasti sangat terganggu.
Meski pintu dan jendela sudah ditutup rapat, entah mengapa nyamuk masih saja bisa menyelinap dan berkeliaran di dalam rumah. Kondisi ini semakin menyebalkan karena serangan nyamuk juga sering kita jumpai di ruang terbuka.
Tak cuma terganggu, kehadiran nyamuk juga membuat perasaan kita selalu was-was. Lewat nyamuk yang jadi perantara, penyakit mematikan seperti Demam Berdarah Dengue dan Zika bisa saja menyerang.
Ternyata banyak hal yang tak kita ketahui soal nyamuk lho Sahabat Dream. Disarikan dari laman goodhousekeeping, berikut fakta-fakta mengejutkan soal nyamuk:
1. Lebih banyak nyamuk dibanding manusia
Tercatat lebih dari 100 triliun dengan 3.450 spesies hewan kecil menyeramkan ini berdengung dan siap menghisap darah kamu.
2. Darah manusia bantu ciptakan nyamuk lebih banyak
Tahukan Sahabat Dream, hanya nyamuk betina yang selalu mengigit dan menghisap darah kita. Darah manusia ternyata menghasilkan protein yang dibutuhkan nyamuk betina untuk perkembangannya.
3. Bau manusia enak
Bukan hanya parfum saja, namun nyamuk menganggap bau tubuh manusia sangat enak. Bahkan nyamuk mengubah pola penerbangan mereka tergantung pada apa yang mereka cium.
4. Menyuntik dengan air liur
Sebelum menghisap darah, nyamuk betina menyuntikkan air liurnya yang mengandung antikoagulan, sehingga membiarkan darah manusia mengalir bebas ke tubuh nyamuk.
Benjolan merah kecil yang nyamuk tinggalkan adalah reaksi tubuh terhadap protein yang terkandung dalam air liur nyamuk.
5. Nyamuk menularkan penyakit mematikan
Bisa dibilang bahwa memberi orang penyakit adalah hobi nyamuk. Penyakit malaria yang menyerang 300 juta orang tiap tahunnya juga disebabkan hewan kecil menyebalkan ini.
Melalui gigitannya, nyamuk juga dapat mengirimkan virus jahat dari tubuh manusia satu ke manusia lainnya.
Nah setelah tahu soal fakta mengejutkan nyamuk, mulai saat ini Sahabat Dream perlu waspada dengan hewan kecil satu ini demi kesehatan pribadi maupun keluarga, termasuk buah hati.
Kesehatan si kecil sangatlah diperhatikan agar tidak terkena penyakit berbahaya sejak dini, salah satu caranya adalah penggunaan BabyGo Slap Mosquito Repellent Bracelet.
Obat nyamuk dengan teknologi terbaru ini berbahan dasar 100 persen minyak alami tumbuhan pengusir nyamuk yang efektif, tanpa kandungan berbahaya dan tanpa DEET yang bisa menyebabkan iritasi kulit hingga kanker kulit.
Seluruh bahan materialnya adalah food grade sehingga aman bila si kecil tak sengaja menggigit atau menjilat gelang ini.
Diisi dengan ekstrak natural oil berbentuk polymer khusus, gelang anti nyamuk BabyGo secara perlahan akan mengeluarkan aroma yang efektif mengusir nyamuk.

Satu polymer isi ulang ini dapat bertahan selama 15 hari. Termasuk dua isi ulang untuk 30 hari perlindungan.
Wadahnya yang menggemaskan dengan bentuk seperti gelang tangan dengan warna-warni didesain agar si kecil nyaman menggunakannya.
Jadi, jangan ambil resiko memakai obat-obat nyamuk yang berbahaya. Gunakan BabyGo untuk perlindungan seluruh keluarga terhadap nyamuk. Mau tahu inovasi obat nyamuk ini, klik di sini
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012