Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peserta Halal Dream Trip Wardah Turki (Idho Rahaldi/Dream)
Dream - Pesawat baru saja berhenti di apron Bandara Lintas Benua Istanbul, Turki usai transit di Doha, Qatar. Seluruh penumpang bersiap turun.
" Wah, dingin ya," ucap salah seorang peserta Halal Dream Trip Wardah 2019 Turki begitu melangkah keluar pesawat.
Istanbul saat ini memang sedang mengalami musim gugur. Suhu udara di siang hari mencapai 16 derajat Celsius. Rasa dingin sampai menusuk kulit.

Peserta Halal Dream Trip Turki tengah menikmati suasana Istanbul (Idho Rahaldi/Dream)
Segera saja, para peserta mengenakan pakaian hangat sebelum keluar bandara Sabiha Gokcen setelah menempuh hampir 15 jam penerbangan. Ekspresi ceria terpancar dari wajah mereka.
Usai mengenakan jaket untuk pengusir dingin, mereka bersabar menunggu kedatangan bus pengantar. Para peserta DreamTrip ini siap memulai petualangan hari pertama menjelajah Turki.
Perjalanan pun dimulai. Ditemani Spokeperson Wardah, Hanggini Purinda Retto, para peserta menikmati setiap momen perjalanan dengan penuh keakraban. Canda dan tawa kerap terdengar, membuat suasana terasa gembira.
Asyik berlibur, kewajiban sebagai Muslim tak bisa dikesampingkan. Lantaran sudah masuk waktu Ashar, Masjid Eyup menjadi destinasi pertama rombongan ini.
Megah. Itulah kesan pertama yang tertangkap saat melihat tempat ibadah ini. Selain untuk sholat, masjid ini menyimpan banyak sejarah bagi umat Islam, khususnya warga Turki.

Ramainya halaman Masjid Eyup (Idho Rahaldi/Dream)
Masjid Eyüp atau Eyüp Sultan Cami merupakan salah satu masjid tertua di Republik Turki. Masjid ini adalah bangunan pertama yang didirikan setelah Kekhalifahan Usmaniyah usai menaklukkan Konstantinopel pada 1453 dan mengganti nama Konstantinopel menjadi Istanbul.
Masjid Eyüp pertama kali dibangun tahun 1458 oleh Sang penakluk Konstantinopel, Sultan Muhammad Al Fatih atau Sultan Mehmet II. Pembangunan masjid ini merupakan bentuk penghormatan kepada Sahabat Rasulullah Muhammad SAW, Ayub Al Anshari RA.
Bangunan tersebut sempat mengalami kerusakan parah akibat gempa. Pada masa pemerintahan Sultan Selim III, penguasa Emperium Usmaniyah ke-28, tepatnya pada 1800, masjid ini direnovasi dengan gaya Baroque.

Bendera Turki terpampang di dinding (Idho Rahaldi/Dream)
Masjid Eyüp memiliki arti teramat penting bagi Muslim Turki karena faktor sejarahnya yang mengalur jauh hingga ke masa Rasulullah.
Setelah puas berkeliling, rombongan Halal DreamTrip Turki bergeser ke sebuah restoran di bawah Jembatan Galata atau Galata Bridge. Restoran terletak di tempat strategis, yang menyuguhkan pemandangan Istanbul didominasi gedung-gedung tuanya.
" Masya Allah, sebegitu indahnya," ujar Anisa Nurcahyani, salah seorang peserta dari Yogya yang terpukau akan keindahan daerah ini.
Dari restoran ini, para peserta bisa melihat keindahan dua sisi benua yang saling berseberangan. Eropa di sebelah barat, sementara Istanbul sendiri masuk Asia, tepat di sisi timur Selat Bosphorus dan Uskudar. Benar-benar indah.
Hal menarik lain yang dapat ditemukan dari Galata Bridge ini adalah ramainya masyarakat memancing di atas jembatan. Kebiasaan yang sangat wajar di Istanbul.

Menara Masjid Eyup berdiri kokoh (Idho Rahaldi/Dream)
Memancing di Galata Brigde bisa mendapat banyak kepuasan. Selain pengalaman mengail ikan, pemandangan kota menakjubkan dari Kawasan Sultan Ahmet siap menemani.
Dari jembatan ini pula, pengunjung bisa menyaksikan kemegahan Topkapi Palace, Hagia Sophia, Blue Mosque di sebelah tenggara, Yenii Camii di ujung jembatan bagian selatan, Suleymaniye Camii di sebelah barat daya dan juga rumah-rumah serta menara-menara masjid yang indah berhias ribuan burung camar yang terbang rendah.
Malam pun tiba, rombongan langsung menuju ke hotel untuk beristirahat. Mengumpulkan energi baru untuk trip yang masih panjang dan tentunya semakin seru.
Nantikan keseruan Halal DreamTrip With Wardah di Turki hari-hari selanjutnya ya!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya