Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Allure)
Dream - Sahabat Dream, sebaiknya hati-hati saat memutuskan melakukan tindakan medis. Apalagi jika tindkan medis itu berkaitan dengan bedah yang memiliki risiko infeksi cukup besar.
Salah memilih dokter, bisa membuat kulitmu malah akan berkerut. Yang lebih parah, kamu akan menderita infeksi. Ini peringatan serius bagi kamu yang berniat mempercantik wajah dengan cara instan.
Jangan sampai mengalami kejadian seperti Amanda Coats, seorang wanita Australia yang alisnya menjadi turun setelah melakukan microblading.

Berharap perempuan lain tak mengalami hal mengerikan, dia menceritakan kisahnya melalui laman Facebooknya.
© Dream
"Saya menato alis agar terlihat membuatnya terlihat lebih menarik. Tapi berakhir dengan infeksi parah dan kulitnya jatuh dan membuat mataku menjadi bengkak," tutur Amanda sepoerti dilansir Dream dari Allure.
Diceritakan Amanda, jika petugas yang melayaninya sangat terburu-buru. Perempuan bernama Ulzii Cleveland itu masuk dan keluar ruangan klien lain selama dia melakukan prosedur penatoan. Jadi, Ulzii juga melayani tato alis pada orang lain dalam waktu bersamaan.
Parahnya lagi, dia tidak mengenakan sarung tangan baru saat menangani pasien lain, sehingga diduga tangannya dalam kondisi kotor.
© Dream
Amanda, segera memberitahu Ulzii dan memberitahunya bahwa ada sesuatu yang salah dan diabaikannya. Kemudian dia diminta datang dan menunjukan penyakit yang dialaminya itu.

Tapi, lagi-lagi Amanda hanya diabaikan.
Tak terima dengan hasil dan akibat dari ulah tersebut, Amanda akhirnya memilih membawa pengacara dan mencari ganti rugi dari tempatnya menato alis.
"Microblading adalah prosedur alah membuat superficial nick di lapisan kulit luat dan kemudian diberikan pewarna yang memberi efek seperti tato temporer," terang Joshua Zaichner, direktur penelitian kosmetik dan klinik di bidang dermatologis.
Cara ini sebenarnya akan aman jika dilakukan secara benar, serta dapat bertahan selama beberapa tahun.
"Jika tidak dilakukan dengan aman, kejadian mengerikan akan terjadi. Kulit harus dibersihkan dengan benar dan instrumen steril digunakan untuk meminimalkan risiko infeksi," imbuhnya.
(Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya