Apa Jadinya Kalau Mobil Tidak Dipasang Seatbelt Dan Airbag? (Foto: Pixabay)
Dream – Kantong udara (airbag) dan sabuk pengaman (seatbelt) adalah perlengkapan penting yang harus ada di setiap kendaraan. Kedua komponen ini bisa mengurangi potensi cedera parah bagi penumpang ketika terjadi kecelakaan.
Global Project Management Methods and Engineering Proces Autoliv (produsen airbag dan sabuk pengaman), Davik Nugroho, mengatakan tanpa seatbelt dan airbag, pengemudi dan penumpang akan terbentur lingkar kemudi serta dashboard.
“ Bahkan bisa tanpa itu (airbag dan seatbelt), saat kecelakaan tubuh bisa terbang keluar. Jadi kalau kalau nonton film terus orang terbang (ketika kecelakaan mobil) itu bukan hanya di film, karena pada kenyataannya itu real, bisa terjadi,” kata Davik dalam acara “ ASEAN Automobile Safety Forum 2018” di Karawang, Jawa Barat, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 16 November 2018.
Dia mengatakan, agar sistem perlindungan berjalan dengan sempurna, alangkah baiknya sistem perlindungan juga bekerja dengan baik, termasuk crumple zone. Jika crumple zone bekerja dengan baik, dari sejumlah pengetesan, kerusakaan berupa mobil ringsek hanya sampai pilar A atau mencapai perbatasan mesin dan dashboard.
Fungsi airbag dan seatbelt mampu mengurangi kecepatan tubuh, sehingga mencegah pengemudi dan penumpang menghantam setir dan dashboard atau terlontar keluar lewat jendela.
“ Kalau terjadi kecelakan, kapan tubuh menghantam benda keras itu sekitar 35-50 mill second, atau 0,03-0,05 detik, bahkan tidak bisa dilihat mata. Bahkan kalau pengetesan dilakukan gambar diambil dari video yang merekam cepat sampai 5000 frame per sekenk 50-64 km, kalau side bisa 50-30 km, itu tetap kencang,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi)