Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Memiliki Tubuh Yang Ramping. (Source: Shutterstock)
Dream - Selama pandemi aktivitas kita memang lebih banyak dihabiskan di dalam rumah. Mungkin di antara kalian menjadi lebih banyak makan, sehingga tubuh menjadi melar. Bobot naik.
Tapi ada beberapa di antara teman yang mungkin membuat kamu iri. Meski terus mendekam di rumah dan banyak makan, bobotnya tidak tambah. Ukuran tubuhnya juga segitu-segitu aja.
Biasanya, orang seperti itu tidak mengalami perubahan drastis dengan tubuhnya. Berat badannya cenderung stabil meskipun mengonsumsi makanan atau minuman yang berkalori tinggi dalam jumlah banyak.
Banyak yang mempertanyakan bagaimana bisa seseorang tidak mengalami kenaikan berat badan walaupun cukup banyak mengonsumsi makanan? Ketahui penyebabnya dilansir Times of India.
Stabilnya berat badan seseorang bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari metabolisme yang baik, genetik, nutrisi serta gaya hidup.
Mencontoh apa yang dilakukan oleh orang lain pun belum tentu akan membuat berat badanmu stabil.
Kamu perlu memahami metabolisme serta kondisi tubuhmu sendiri agar bisa mengontrol berat badan. Berkonsultasi dengan dokter gizi bisa menjadi salah satu solusinya.
Mengonsumsi makanan yang berkalori tinggi juga tidak akan berpengaruh pada seseorang jika sering berolahraga, bermobilitas tinggi atau mampu mengontrol pola makannya dengan baik.
Melakukan aktivitas fisik merupakan cara yang paling mudah untuk mengontrol berat badan. Aktivitas fisik tidak selamanya dilakukan dengan berolahraga.
Kamu bisa saja berjalan kaki saat berangkat kerja atau mengerjakan pekerjaan rumah yang menguras tenaga.
Berdasarkan penelitian, sebagian orang lebih banyak bergerak akibat pengaruh genetik dibandingkan yang lainnya.
Akhirnya, mereka akan lebih mudah menurunkan atau mengontrol berat badan. Jika tidak memiliki banyak aktivitas fisik, kamu bisa mulai berolahraga agar lebih sehat dan dapat mengontrol berat badan.
Penelitian pada 2019 dipublikasikan oleh PLOS Genetics membuktikan bahwa partisipan yang bertubuh lebih ramping memiliki potensi lebih rendah untuk mengalami obesitas secara genetik.
Tapi di saat yang sama, genetik tidak selamanya berpengaruh besar pada berat badan. Peneliti juga membuktikan bahwa beberapa orang yang berpotensi untuk obesitas secara genetik juga memiliki tubuh ideal.
Maka dari itu, kamu harus tetap melakukan berbagai upaya untuk bisa mengontrol berat badan terlepas dari pengaruh genetik.
Mulai dari berolahraga, mengatur pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik. Ketiga hal tersebut tidak hanya membuat berat badan ideal, tubuh juga akan lebih sehat.
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan