Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Haid atau menstruasi dialami rutin seorang wanita yang sudah baligh setiap bulannya. Siklus haid biasanya terjadi rata-rata sekitar 28 hari, namun terkadang ada saja wanita yang mengalami 21 hingga 30 hari. Biasanya menstruasi berlangsung selama 5-7 hari.
Ada banyak mitos yang beredar tentang wanita yang sedang haid. Salah satunya adalah larangan untuk mencuci rambut atau keramas selama tamu bulanan datang.
Keramas adalah bentuk perawatan rambut yang seharusnya dilakukan secara rutin. Selain berguna untuk menghilangkan kotoran dan minyak pada kulit kepala, keramas juga dapat mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri yang lebih mudah tumbuh pada kulit kepala berminyak.

Sebenarnya tidak ada larangan atau dalil yang dengan jelas menyebutkan larangan keramas saat haid. Apabila ada anggapan yang menyatakan bahwa jika keramas dikhawatirkan menyebabkan hilangnya atau rontoknya rambut.
Dalam hadits berikut ini hukum keramas saat haid bagi seorang wanita adalah boleh.
Aisyah ra, mendapat haid saat mengikuti haji wadaa’. Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Bukalah ikatan rambutmu dan sisirlah. Lalu masuklah ke dalam ihram untuk mengikuti haji.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa kehilangan rambut saat haid tidaklah mengapa. Menyisir rambut itu sendiri bisa menyebabkan lepasnya rambut wanita, jika menyisir saja diperbolehkan apalagi berkeramas.
Imam Ibnu Utsaimin pernah ditanya tentang hukum wanita haid melakukan kramas ketika haid. Jawaban beliau: “Wanita haid yang membilas kepalanya dengan air (keramas) ketika haid hukumnya tidak terlarang.”

Tidak sedikit wanita yang percaya mencuci rambut atau keramas saat haid bisa berbahaya bagi kesehatan. Sebagian dari mereka percaya saat sedang haid, pori-pori di kulit kepala akan terbuka lebar, sehingga keramas pada waktu ini bisa memicu sakit kepala.
Sebenarnya anggapan tersebut adalah mitos belaka. Hingga saat ini pun belum ada penelitian maupun studi kasus yang melaporkan bahaya dari keramas ketika sedang haid.
Justru, mencuci rambut saat haid perlu lebih sering dilakukan daripada biasanya. Hal ini karena saat haid, produksi sebum atau minyak di kulit kepala akan meningkat.

Menjaga kebersihan justru harus ditingkatkan saat haid. Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, di antaranya:

Mandi dan keramas saat haid boleh saja dilakukan. Bahkan, aktivitas ini juga menawarkan beberapa manfaat, misalnya:
Dengan mengetahui informasi di atas, kini tidak perlu ragu untuk mandi atau keramas saat haid. Justru saat datang bulan, menjaga kebersihan diri sangat penting untuk dilakukan.
(Sumber: Sehatq.com dan sumber lainnya)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Harga Ponsel dan Barang Kebutuhan Hampir Sama di Seluruh Negeri, Mengapa UMR Bisa Jauh Berbeda?

Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan

Harga Rumah Makin Tak Terjangkau, Mengapa Terus Melonjak Dibanding Pendapatan?