Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Shutterstock
Dream - Tren produk perawatan kulit dan wajah terus meningkat dan berkembang di Indonesia. Tiap tahunnya beragam brand mengeluarkan perawatan kulit dan wajah dengan kandungan inovatif yang membuat banyak pecinta skincare ingin mencoba.
Berdasarkan hasil riset dari Science Art Communication Indonesia, sejak 2018 produk skincare menjadi pasar terbesar dari kosmetik dan personal care, setidaknya pasar skincare memberikan kontribusi sebesar US$2.022 juta untuk pasar kosmetik dan US$5.502 juta untuk produk perawatan tubuh.
Antusiasme masyarakat memang sangat tinggi terhadap tren dan produk kecantikan yang sedang viral. Namun sayangnya banyak sekali produk kecantikan yang belum tercatat BPOM tapi sudah beredar luas di pasaran. Tentunya produk yang belum tercatat di BPOM ini belum terjamin aman kandungannya.
" Sangat penting untuk memiliki skincare yang sudah teregistrasi BPOM untuk menjamin keamanannya, karena meskipun mengandung bahan yang alami atau natural, belum tentu itu aman,” ujar dr. Arini Widodo, spesialis dalam keterangan tertulis yang diterima Dream.

Dokter Arini menegaskan untuk menjaga kulit dengan memilih produk yang aman dan memiliki edukasi yang baik mengenai kandungan skincare yang dipilih.
“ Di sini konsumen harus berperan untuk lebih kritis dan memiliki edukasi yang cukup mengenai bahaya kosmetik ilegal. Produk yang sudah lolos BPOM paling tidak sudah diseleksi dari 3 aspek,” ungkap dr. Arini pada keterangan tertulis yang sama.
Tiga aspek yang dimaksud dr. Arini adalah keamanan, kemanfaatan, dan m, sedangkan produk yang ilegal tidak memiliki garansi 3 aspek tersebut.

Untuk memeriksa sebuah produk kosmetik telah teregistrasi BPOM atau belum, dr. Arini menambahkan bahwa konsumen dapat menginput nomor BPOM produk di website BPOM https://cekbpom.pom.go.id.
“ Selain itu produk yang di jual bebas seharusnya masuk kategori kosmetik, bukan obat. Menjadi konsumen yang kritis akan membantu agar masyarakat dapat terlindungi dari produk yang dapat membahayakan kesehatan,” ujar dr. Arini.
Antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap tren kecantikan yang aman dan terdaftar di BPOM mendorong brand kecantikan global Bioaqua untuk hadir mewarnai pasar industri kecantikan di Indonesia.

“ Produk-produk Bioaqua hadir dengan komitmen untuk membantu wanita Indonesia dalam mengeksplorasi kecantikan mereka, tentunya dengan bahan yang aman dan alami. Sebagai produk dengan kualitas terbaik dan memiliki bahan-bahan yang tidak berbahaya pada kulit, produk Bioaqua telah teregistrasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” ujar Very Chandra Tan, Direktur Utama Bioaqua pada keterangan tertulis yang sama.
Bioaqua Indonesia baru saja membuat Bioaqua Showroom. Very berharap Bioaqua dapat menjadi perusahaan kosmetik yang berperan dalam mendukung kembali bangkitnya ekonomi di Indonesia dengan membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat. (mut)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya