CONNECT WITH US!

Jangan Hanya Dibaca, Alquran Juga Mesti Diterapkan

Reporter : Kurnia | Minggu, 30 Agustus 2015 14:30
Mengapa masih banyak kemungkaran di tanah air? Karena Alquran hanya dibaca, belum diterapkan.

Dream - Anggota Forum Kajian Cinta Alquran Makassar, Sulawesi Selatan, Andi Majdah mengaku prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia. Menurutnya, saat ini situasi perekonomian nasional tengah terpuruk dan banyak konflik merugikan yang terjadi di masyarakat.

Mengutip salah satu ayat dalam Alquran, Majdah yang hadir dalam acara komunitas ODOJ (One Day One Juz) untuk Negeri di Jakarta, Minggu 30 Agustus 2015, mengatakan, satu-satunya jalan keluar dari beragam polemik tersebut adalah dengan membangun masyarakat yang beriman dan bertaqwa.

" Bumi dan segala isinya dititipkan Allah kepada manusia sebagai khalifah. Oleh karena itu kita diminta untuk mengelola bumi ini untuk kesejahteraan bagi seluruh makhluk. Bagaimana caranya? Ada satu syarat yaitu penduduknya beriman dan bertaqwa, maka Allah akan mencurahkan nikmat dan rezeki-Nya dari langit dan bumi," ujarnya.

Sebagai bangsa dengan penduduk mayoritas beragama Islam, Majdah juga prihatin dengan kondisi moral bangsa. Dia menilai selama ini agama masih diterapkan sekadar simbol tetapi tidak menyentuh pada substansi yang dikandungnya.

Majdah mencontohkan dalam mempelajari kitab suci, misalnya, kebanyakan masyarakat Indonesia mungkin membacanya tetapi belum menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. " Kenapa masih banyak kemungkaran di Indonesia? Karena Alquran hanya dibaca," tegasnya.

" Kami ingin memulai, Alquran itu bukan hanya dibaca dan mengenalinya dari luar, tapi juga menyelami hingga bagian terdalamnya," lanjut Majdah.

Ia pun berharap komunitas-komunitas Islam yang punya fokus kegiatan membaca Alquran dapat meningkatkan level kajiannya. " Seperti ODOJ, kegiatannya harus ditingkatkan dengan pemahaman Alquran, agar tercipta masyarakat yang beriman dan bertaqwa," tandas Majdah.

#Soundrenaline2017 - ADIT THE PHOTOGRAPHER