Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Source: Shutterstock)
Dream - Pandemi mengubah sejumlah kebiasaan masyarakat. Banyak kegiatan yang dulu dilakukan dengan bertatap muka, kini hanya dilakukan secara daring.
Perubahan itu juga memengaruhi perkembangan industri fashion. Sejak awal pandemi, semakin banyak label fashion yang memproduksi busana multifungsi.
" Sekarang desain baju yang dipakai cenderung dipilih berdasarkan kenyamanan," ungkap Jesslyn Lim, Fashion Enthusiast & SFW Style Battle Judge, dalam Konferensi Pers Shopee Fashion Week, Senin 29 November 2021.
" Jadi, bajunya bisa dipakai untuk zoom meeting seperti lounge wear. Bahkan, baju atletik semakin banyak digemari. Bukan untuk olahraga saja, tapi untuk kegiatan lainnya juga," tambah dia.

Hal tersebut tidak hanya berpengaruh pada jenis pakaian yang dipilih, tapi juga pemilihan warna serta motifnya. " Sebelum dan setelah pandemi (tren fashion-nya) jauh berbeda. Kalau dulu, lebih banyak layer, pop up color, dan baju polos. Kalau sekarang lebih banyak warna subtle, monokrom, warna basic, warna kulit."
Pemilihan pakaian berwarna monokrom dan subtle lebih mudah untuk dipadupadankan dan cocok dikenakan di berbagai acara. Pakaian yang nyaman seperti rompi, crop top, dan cargo pants juga cukup banyak diminati hingga kini.
" Kita enggak tahu pandeminya sampai kapan. Jadi, gaya berpakaiannya masih disesuaikan dengan kegiatan sehari-hari yang masih banyak dihabiskan di rumah dan menjalani virtual event. Pokoknya, kembali lagi ke comfort," jelas Jesslyn.

Sementara, berdasarkan tren pada kategori fashion wanita di Shopee, penjualan kemeja dan kulot meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
" Kami mengalami peningkatan kunjungan di kategori fashion selama pandemi. Dalam kategori pakaian wanita sendiri, kemeja dan kulot jadi produk terfavorit," ujar Adi Rahardja, Head of Fashion & Lifestyle Shopee Indonesia.
Kalau Sahabat Dream, lebih suka belanja pakaian apa untuk update penampilan setiap hari?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya