6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Menyuci Pakaian. (Source: Shutterstock)
Dream - Memulai hidup ramah lingkungan tidak selalu diawali dengan belajar mengelola sampah dengan baik atau pengurangan pemakaian sedotan atau alat makan yang terbuat dari plastik saja.
Hidup ramah lingkungan juga bisa dimulai dengan memperhatikan pakaian yang dipakai dan cara merawatnya agar dapat dikenakan untuk waktu cukup lama.
Faktanya, tidak semua pakaian mudah didaur ulang dan terurai. Bahan yang terbuat dari plastik, seperti polyester, acrylic, nylon, spandex, organza, dan tafeta tidak akan terurai di tanah selama 200 tahun.
Sedangkan berdasarkan unggahan akun Instagram @demibumi.id, bahan pakaian alami seperti katun, serat bambu, hemp/rami, sutera, wol/kasmir, serta rayon/viscose dapat terurai di tanah selama 5 bulan.

Di samping sulit terurai, bahan pakaian yang terbuat dari plastik seperti acrylic dan polyester juga memproduksi lebih banyak mikroplastik ketika dicuci. Mikroplastik sendiri merupakan zat kimia yang dapat mencemari lingkungan.
Maka dari itu, hindarilah pemakaian pakaian berbahan dasar plastik agar lebih ramah lingkungan. Jika masih memiliki pakaian yang berbahan dasar plastik, kamu bisa menggunakan washing nets pada mesin cuci.
Washing nets tersebut akan menangkap mikrofiber atau mikroplastik yang dilepaskan oleh bahan pakaian polyester. Sehingga, bahan tersebut tidak mencemari udara.
Selain itu, Deepa Hingorani, Sustainable Fashion Consultant juga menyarankan untuk menyuci pakaian dengan air yang bersuhu sejuk atau dingin agar pakaianmu tidak mudah rusak.
" Selalu cari tahu instruksi perawatan pakaian di setiap label pakaian. Tapi, lebih baik untuk mencuci dengan suhu air yang lebih dingin. Dan isi mesin cuci hingga penuh air untuk menjaga kualitas pakaian," ungkapnya dalam webinar Jakarta Fashion Hub (JFH) 'Fashions Change, Forests Stay', Jumat 26 November 2021.
Khusus untuk pakaian berbahan denim, Deepa menyarankan untuk tidak terlalu sering dicuci. " Denim tidak perlu sering dicuci seperti bahan pakaian lainnya. Taruh pakaian berbahan denim di freezer" .
Deterjen yang dipakai untuk menyuci pakaian juga perlu diperhatikan. Pemakaian deterjen yang mengandung bahan kimia berbahaya atau terlalu keras bisa membuat pakaian lebih mudah rusak. Pilihlah deterjen berbahan ringan agar bisa menjaga kualitas pakaian serta kesehatan kulit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
