Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bango Light (Foto: Bango/ Unilever)
Dream - Salah satu merek kecap klasik Bango, membuat gebrakan yang mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya. Unilever sebagai perusahaan pembat Bango mengeluarkan produk kecap rendah gula yang diberi nama Bango Light.
Produk ini dibuat dari riset yang cukup lama dan mendalam yang dilakukan Unilever. Tren masyarakat yang mulai banyak menerapkan pola hidup sehat menjadi salah satu alasannya.
" Bango ingin memberikan alternatif pilihan makanan sehat untuk konsumen. Pembuatan Bango Light juga hasil dari riset yang dilakukan oleh Unilever," ungkap Nando Kusmanto, Brand Manager Bango di Jakarta
Menurut Nando, Bango Light mengandung kadar gula dan kalori 30 persen lebih rendah dari Bango reguler. Penurunan presentase kadar gula dan kalori karena ada campuran daun stevia yang merupakan sumber manis organik.
Chef Odie Djamil yang sudah mencoba Bango Light, mengungkap produk tersebut tidak beda jauh dari segi warna, rasa, kekentalan, cita rasa, dan gurihnya Bango reguler.
" Sudah mencoba beberapa bulan, cita rasanya tetap gurih lezat yang hampir sama. Treatment-nya seperti kecap yang lainnya. Kekentalannya hampir sama. Setipis itu bedanya," ungkap Odie.
Bango Light kini sudah tersedia di supermarket dan beberapa toko dalam ukuran botol 135ml dan pouch 220ml. " Masih disediakan ukuran kecil karena penggunaan kecap yang lebih praktis di rumah-rumah makan," jelas Nando.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya