Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Tumis Buncis Daging Kecap (Foto: Bango)
Dream - Mengonsumsi gula secara berlebih bisa berakibat buruk pada kesehatan. Ancaman penyakit komplikasi bisa dihadapi jika kadar gula dalam darah tidak terkontrol. Ditambah lagi, tingginya kadar gula dapat membuat kulit cepat berkeriput.
Untuk itu, sangat penting menjaga pola makan. Jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi seperti nasi, saus, minuman dalam kemasan, apalagi kecap.
Apabila susah dihindari, pilihlah produk serupa namun dengan kandungan gulanya rendah. Salah satunya adalah produk kecap inovasi Bango, Bango Light. Kecap ini mengandung kalori yang rendah.
" Kita berusaha untuk membuat cita rasanya tetap sama dengan Bango reguler. Proses pembuatannya pun tidak jauh berbeda dari Bango reguler, yang berbeda memang ada tambahan ekstrak daun stevia yang membuat 30 persen lebih rendah gula," ujar Brand Manager Bango, Nando Kusmanto, di Jakarta, Kamis, 8 Maret 2018.
Bango Light diklaim tidak memiliki perbedaan dari Bango Reguler dari segi warna, kekentalan, maupun cita rasanya. Daun stevia sendiri digunakan sebagai campuran karena merupakan pemanis alami.
" Manisnya 300 kali dari rasa manis gula biasa dan aman sekali, bahkan untuk orang dengan penyakit tertentu pun bisa (dikonsumsi), karena bahannya organik," ujar Nando.
Konsisten menjalani pola hidup sehat tidak harus 'menderita' dengan makanan hambar. Menjaga pola, porsi, dan pengolahan makanan jadi kunci agar menjaga gaya hidup sehat jadi kebiasaan sehari-hari.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang