7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati (YouTube/BNPB)
Dream - Kementerian Perhubungan mencatat terjadinya lonjakan mobilitas penduduk setiap kali masa libur panjang di masa pandemi Covid-19. Pengguna angkutan umum meningkat, tetapi lebih besar pengguna kendaraan pribadi.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan, data Kemenhub mencatat selalu terjadi lonjakan penumpang transportasi umum. Tidak terkecuali dengan pengguna mobil pribadi.
" Ini kalau kita lihat dari serangkaian libur panjang di tahun lalu maupun yang terakhir kemarin libur Paskah, ini selalu ada lonjakan walau angkanya bervariasi," ujar Adita dalam webinar disiarkan kanal YouTube BNPB.
Menurut Adita, ada masa libur panjang dengan lonjakan tidak terlalu dan ada libur dengan lonjakan sangat signifikan. Lonjakan pergerakan tersebut berdampak pada kenaikan kasus Covid-19.
Adita menjelaskan berdasarkan laporan PT Jasa Marga, saat libur panjang Paskah terdapat sekitar 350 ribu kendaraan melintas tol. Sedangkan laporan dari PT Angkasa Pura I dan II, penumpang pesawat melonjak sampai 39,8 persen.
" Meskipun tidak begitu signifikan lonjakannya, tapi kami melihat sepertinya ini terkonversi pada kendaraan pribadi yang menggunakan kendaraan darat," kata dia.
Adita menerangkan Kemenhub terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan mobilitas dulu jika tidak ada keperluan mendesak. Selain itu, Kemenhub selalu mendengarkan saran dari berbagai pihak dalam mengambil kebijakan.
Terkait upaya antisipasi lonjakan mobilitas saat libur panjang khususnya jelang Lebaran, menurut Adita, ada beberapa cara yang perlu dilakukan. Seperti melakukan screening yang ketat dan memastikan orang bepergian betul-betul dalam keadaan sehat.
Lebih dari itu, kata Adita, tujuan dari pergerakan orang sendiri perlu diatur. Sebab, tujuan orang untuk bepergian sendiri bermacam mulai rekreasi, silaturahmi, sekolah, bekerja, dan masih banyak lagi.
" Kalau kepentingan bepergian ini juga tidak dibatasi atau tidak diatur, tentunya pembatasan transportasi saja menurut saya tidak cukup," kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?