Ketika Sarung Naik Pangkat Jadi Fashion Berkelas

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Senin, 24 Februari 2020 14:13
Ketika Sarung Naik Pangkat Jadi Fashion Berkelas
Fashion item ini terbuat dari merek sarung legendaris, Gajah Duduk.

Dream - Ajang Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020 yang berakhir kemarin, Minggu, 23 Februari 2020 meninggalkan banyak kesan. Berbagai kreasi modest fashion dengan ide-ide segar ditampilkan para desainer.

Salah satu karya kreatif muncul dari desainer Deden Siswanto yang mengolah kain sarung menjadi fashion muslim berkelas dan ramah lingkungan.

Deden mempersembahkan koleksi 'Dakar', hasil kolaborasi dengan brand sarung legendaris Gajah Duduk. Bagi kaum pria, sarung telah alat beribadah yang digunakan sehari-hari. Sarung tersebut diolah menjadi koleksi fashion yang terinspirasi dari cara berbusana kaum nomaden di Afrika Barat.

Deden Siswanto© Foto: Dok. Muffest 2020

Foto: Dok. Muffest 2020

" Saya mengangkat kaum nomaden di Afrika khususnya di Dakar, ibu kota Senegal. Ternyata gaya busananya sama dengan orang Indonesia. Mereka pakai sarung juga dan juga siluetnya longgar. Wanita bisa berpakaian syar'i, pria juga bisa pakai yang longgar seperti ini," ujar Deden di MUFFEST, Jakarta, Jumat 21 Februari 2020.

Busana pria dibuat lebih fashionable dengan menerapkan teknik styling bertumpuk. " Kita buat supaya sarung tidak menonjolkan bagian perut agar tidak terlihat buncit. Bentuk siluet longgar, nyaman dipakai dan tidak berbau saat berkeringat," ujarnya.

Deden Siswanto© Foto: Dok. Muffest 2020

Foto: Dok. Muffest 2020

1 dari 5 halaman

Ada Busana Wanita

Tak hanya 6 busana pria, Deden juga membawa 6 busana wantia dengan memakai bahan sarung yang sama. Di perhelatan ini Deden didukung oleh Asia Pacific Rayon (APR), penyedia bahan serat kain ramah lingkungan.

Deden Siswanto© Foto: Dok. Muffest 2020

Foto: Dok. Muffest 2020

Busana wanita terdiri atas padu padan gamis bersiluet H-line, outer serta pashmina beraksen layering. Dominasi warna biru, hijau dan cokelat membuat koleksi sangat nyaman untuk dilihat.

Koleksi Deden mengakhiri MUFFEST hari ke-3 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Senayan. Ia berbagi panggung dengan para desainer yang juga tergabung bersama APR diantaranya Bateeq, Rosie Rahmadi, Eugeneffectes dan Syukriah Rusydi.

Deden Siswanto© Foto: Dok. Muffest 2020

Foto: Dok. Muffest 2020

2 dari 5 halaman

Koleksi Kimono Syar'i Bercorak Bunga Sakura Malam

Dream - Jepang selalu menyimpan keindahan di setiap musimnya. Tak terkecuali musim semi yang menjadi momen bunga sakura bermekaran. Keindahan ini turut menginspirasi desainer Fenny Saptalia dalam berkarya.

Fenny mempersembahkan koleksi terbarunya di gelaran Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020. Bertajuk 'Yozakura', ia terinspirasi dari keindahan bunga sakura di malam hari.

Koleksi Fenny Saptalia© Annisa Mutiara Asharini/Dream

Koleksi terdiri atas 6 busana syar'i yang sarat akan siluet A-line kimono Jepang. Kombinasi long dress dan outer memberi kesan bertumpuk khas busana tradisional Negeri Sakura.

Koleksi Fenny Saptalia© Annisa Mutiara Asharini/Dream

Kimono berpadu cantik dengan khimar, pashmina dan scarf yang tak kalah memukau. Keindahan langit malam dicerminkan oleh warna gelap seperti dark blue, grey dan dusty purple.

3 dari 5 halaman

Bak Baju Permaisuri

Warna dasar tersebut kemudian dipermanis dengan ilustrasi bunga sakura yang bermekaran di tepi danau. Gambar kastil yang menjulang semakin memberi kesan megah bak baju permaisuri.

Koleksi Fenny Saptalia© Annisa Mutiara Asharini/Dream

Fenny Saptalia menggunakan padu padan material ramah lingkungan. Pada proses printing, ia memakai tinta Epson bersertifikasi Oeko-Tex 100 yang minim zat pencemar.

Desain ilustrasi nan cantik kemudian dicetak di atas bahan jacquard, organza, voile serta cerutti yang elegan.

4 dari 5 halaman

Aksen Bordir Tasikmalaya di Busana Muslim Olla Ramlan x Aneuku

Dream - Sejak berhijab, Olla Ramlan semakin giat menekuni fashion muslim. Hal ini kembali ia buktikan lewat gelaran Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020.

Di perhelatan ini, Olla Ramlan berkolaborasi dengan brand busana muslim Aneuku. Mereka menampilkan enam koleksi busana muslim bertema 'Urban Chic'.

Kolaborasi ini merupakan perkawinan dari dua DNA berbeda, yaitu gaya fashion Olla Ramlan dan Neng Ane Husnu Diniah selaku owner dan desainer Aneuku.

" Koleksi kali ini mewakili style masing-masing. Style Olla kan dominan polos dan simpel, kita padukan dengan style Aneuku yang lebih sedikit elegan," ujar Ane di arena MUFFEST, Jakarta, Jumat 21 Februari 2020.

Olla Ramlan x Aneuku© Annisa Mutiara Asharini/Dream

Ciri khas outfit Olla Ramlan yang didominasi oleh gaya simple minimalist diberi twist dengan permainan motif stripes dan kotak-kotak. Kakak Cynthia Ramlan ini juga bereksperimen memakai sesuatu yang berbeda dari biasanya.

Olla Ramlan x Aneuku© Annisa Mutiara Asharini/Dream

" Kata Olla, agar lebih on kita coba padukan bahan dan pattern dengan aksen bordir," ungkap Ane.

5 dari 5 halaman

Dukung Pengrajin Lokal

Tema 'Urban Chic' mencerminkan gaya berpakaian Olla yang sangat modern, stylish dan kekinian. Namun artis 40 tahun itu tidak lupa dengan para pengrajin lokal yang berperan penting bagi industri fashion.

Olla Ramlan x Aneuku© Annisa Mutiara Asharini/Dream

Di koleksi kali ini, Olla dan Ane turut menggandeng para pengrajin bordir dari Tasikmalaya. Bordir bernuansa floral itu dibuat menggunakan tangan tanpa bantuan mesin.

Olla Ramlan x Aneuku© Annisa Mutiara Asharini/Dream

Prosesnya cukup lama. Dalam sehari, para pengrajin hanya bisa menghasilkan tiga buah pakaian. Terlihat dari detail bordir yang sangat tegas dan berpadu apik dengan motif minimalis.

" Kualitas bordirnya kami minta untuk ditingkatkan, tapi alhamdulillah upah yang mereka terima katanya sangat membantu. Semoga tidak hanya memenuhi kebutuhan fashion tapi juga membantu pengrajin di Tasikmalaya," kata Ane.

Beri Komentar