Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Selain Performa, Mobil Baru Juga Memberikan Aroma Khas Yang Disukai Oleh Banyak Orang. (Foto: Shutterstock)
Dream – Tak sedikit orang-orang yang bermimpi bisa membeli mobil baru. Salah satu yang disukai dari kendaraan adalah aroma mobil anyar.
Kamu bisa mendapatkan `mobil baru` dengan harga terjangkau. Namun, `mobil` itu tersedia dalam bentuk parfum.
Dikutip dari Motor1, Senin, 27 April 2020, ada pafrum bernama “ Eau de New Car”. Parfum ini sangat laku di pasar Inggris.
Menurut perusahaan pembuatnya, parfum mobil baru memiliki aroma sebuah kesuksesan. Pada dasarnya, jika ingin sukses, setidaknya harus berbau seperti mobil baru.
Perusahaan ini juga memiliki penelitian terkait hal tersebut. Ada 25 persen responden mengklaim bahwa bahwa bau mobil baru memiliki sebuah daya tarik sendiri.
Eau De New Car memiliki wangi yang ringan dengan campuran bau kulit dan lilin keras untuk aroma mobil baru yang alami. Parfume ini telah tersedia di situs web Auto Trader dengan harga 175 poundsterling (Rp3,37 juta). Ya, memang terbiliang mahal untuk sebuah parfum.
Sekali lagi, Auto Trader tidak mengirim parfum mobil baru ke luar Inggris. Yah....
Dream – Wabah corona membuat banyak negara ketakutan. Sebagian besar negara memberlakukan kebijakan lockdown, dimana tidak ada warga negara yang boleh masuk ataupun keluar dari negara tersebut. Salah satu negara yang menerapkan lockdown yaitu Malaysia.
Selama masa pandemi ini, terselip kisah seorang sopi taxi asal Singapura yang tidak bisa pulang ke Malaysia akibat pemberlakuan lockdown.
Cerita ini dibagikan oleh akun Facebook bernama Koh pada 11 April 2020. Ia merupakan penumpang sopir taxi tersebut.
Dikutip dari World of Buzz, Kamis 16 April 2020, sopir taxi yang tidak disebutkan namanya ini merupakan warga negara Singapura yang tinggal di Johor Bahru, Malaysia.
Saat Malaysia memberlakukan lockdown, dirinya tidak memiliki pilihan lain selain tinggal dan bekerja di Singapura.
Namun, akibat mahalnya tempat sewa di Singapura, sang sopir taxi tersebut harus tinggal di dalam mobilnya.
" Saat memasuki taxi, ia bercerita kalau dirinya adalah warga negara Singapura yang tinggal di Johor Bahru. Dia telah tinggal di dalam taxinya sejak kebijakan lockdown di Malaysia diberlakukan," tulis Koh pada akun Facebooknya.
" Aku tahu, mungkin banyak dari kalian yang bertanya-tanya kenapa ia tidak kembali ke keluarganya sebelum masa lockdown? Lalu siapa yang akan menafkahi keluarganya jika ia kembali ke Malaysia?," tambahnya.
Sopir taxi itu juga bercerita, pihak perusahaan taxi juga tidak melakukan apa-apa terkait keadaannya. Ia malah diharuskan untuk menyewa mobil taxi tersebut untuk sebulan.
Saat Koh bertanya, bagaimana cara ia mandi. Sang sopir bercerita jika dirinya menggunakan fasilitas di Sentosa dan di sekitaran Woodlands Checkpoint.
Sang sopir juga bercerita bahwa dirinya juga tidak pernah makan di dalam mobil. Ia takut ada orang iseng yang mengambil fotonya dan mengunggahnya ke social media dengan tudingan yang tidak baik.
![]()
" Menurutnya, lebih baik dirinya makan ditempat yang sepi. Ia takut ada orang yang mengambil fotonya karena tidak makan ditempat yang seharusnya dan mengunggahnya ke sosial media," tulis Koh.
Koh kemudian mengakhiri narasinya dengan imbauan untuk selalu berterima kasih kepada tenaga medis di saat genting seperti sekarang.
Dream - Satu keluarga yang terdiri dari enam orang di Malaysia dijerat denda dengan total 6 ribu ringgit, setara Rp22 juta. Penyebabnya, mereka nekat keluar rumah untuk berbelanja bersama ke supermarket selama masa pemberlakuan Movement Control Order (MCO) atau lockdown.
Kepala polisi distrik Sabak Bernam, Inspektur Agus Salim Mohd Alias, mengatakan anggota keluarga tersebut berusia antara 19 hingga 48 tahun. Mereka ditahan pada Sabtu pekan lalu pukul 12.45 siang waktu setempat.
![]()
" Pelanggaran yang dilakukan antara lain melawan perintah pejabat penegak hukum, memasuki supermarket sebagai kelompok dan tidak melakukan social distancing. Hal ini berdasarkan Peraturan 11 Regulasi dan Pengendalian Penyakit Menular Tahun 2020," ujar Agus, dikutip dari New Straits Times.
Agus mengatakan keluarga tersebut diberi waktu dua pekan sejak tanggal mereka ditetapkan bersalah untuk membayar denda yang berlaku.
Dia juga mendesak masyarakat untuk mematuhi kebijakan lockdown. Agus juga menegaskan kepolisian tidak akan ragu mengambil tindakan tegas demi menekan persebaran Covid-19 di Malaysia.
Diketahui, seseorang yang melanggar aturan lockdown di Malaysia akan mendapatkan sanksi berupa denda 1.000 ringgit, setar Rp3,6 juta per kepala. Bisa juga dengan penjara paling lama enam bulan.
Hal ini dilakukan karena masih banyaknya warga Malaysia yang berkumpul di luar rumah, baik untuk membeli makan atau bersantai di food court.
Pemerintah Malaysia juga melarang masyarakat menggelar atau mengikuti kegiatan keagamaan, olahraga, sosial dan budaya. Semua rumah ibadah dan tempat bisnis harus tertutup, kecuali supermarket, pasar umum dan toko kelontong.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya