Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Tim Muara Bagdja)
Dream - Desainer Indonesia semakin gencar menorehkan prestasi di kancah global. Tak sedikit dari mereka yang telah melantai di runway berkelas internasional.
Salah satunya Julianto, desainer muda asal Pekanbaru. Karier mode Julianto telah dirintis sejak delapan tahun lalu.
Alumni jurusan film dan fotografi itu banting setir dengan bersekolah di Instituto di Moda Burgo, Jakarta. Tak cukup puas, ia melanjutkan pendidikan hingga ke Milan, Italia.
Julianto memulai debut di panggung Indonesia Fashion Week (IFW) 2015, dilanjutkan ke ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2017. Ia kemudian mengadakan show perdana di luar negeri, Hong Kong Fashion Week 2018.

Foto: Tim Muara Bagdja
Kesempatan emas kembali datang menghampiri pria 31 tahun itu. Ia diajak mengisi panggung kolaborasi Indonesian Diversity Spring/Summer New York Fashion Week 2020 (NYFW).
" Sedikit nervous dan tegang. Pihak Indonesia Fashion Gallery mengajak untuk next season, tapi saat itu aku masih ada studi di Milan. Begitu selesai di Februari, tawaran itu balik lagi. Aku langsung terima dan lakukan studi model, warna dan ornamen," ungkap Julianto di Jakarta, Selasa 24 September 2019.

Foto: Tim Muara Bagdja
Julianto merancang berbagai macam busana, seperti atasan strapless, bustier, jaket, gaun pengantin hingga celana panjang yang cocok dengan karakter aktif penduduk New York.

Foto: Tim Muara Bagdja
Koleksi yang ditampilkan telah dikurasi dan melalui proses riset untuk tren fashion kekinian di New York.
" Aku mengangkat unsur warna mawar yaitu pink fuschia dan hijau yang menjadi tren fashion 2020 dari background study yang telah aku lakukan di Milan hampir setahun," kata pria kelahiran 1988 itu.
Setelah peragaan digelar, banyak penonton memberi respon positif terhadap koleksi Julianto yang bertajuk 'IL Fiore'.
Foto-foto rancangannya bahkan dicatut ke situs resmi dan akun Instagram NYFW.
Ia langsung mendapat pelanggan ketika menghadiri jamuan makan malam bersama Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York.
" Ada salah satu pengusaha interior di New York yang jadi tamu saat itu. Namanya Elizabeth, dia suka dan minta bikinin baju sesuai dengan style dia," ungkapnya.

Foto: Tim Muara Bagdja
Kesan glamor pada koleksi Julianto sukses mencuri hati fashionista New York. Khususnya mereka yang sering menghadiri acara penting seperti red carpet.

Foto: Tim Muara Bagdja
Embellishment beads dan payet yang menjadi DNA Julianto sangat sesuai dengan selera penduduk New York. Mereka menyukai ornamen simpel tanpa mengurangi kesan elegan dari pakaian.
Salah satu mahakarya Julianto adalah mermaid dress hitam bersiluet fitted. Aksen ruffle pada bahu serta embellishment di sekujur gaun memberi kesan sangat glamor.

Foto: Tim Muara Bagdja
" Khusus yang ini saya pengen sekali bisa dipakai oleh Kendall Jenner. Karakter dia masuk banget ke baju aku, anggun dan seksi," pungkas pemilik label Mojuya dan Julianto. (ism)
Dream - Perancang muda Indonesia, Julianto mempersembahkan koleksi Spring/Summer 2020 di ajang New York Fashion Week (NYFW) pada 9 September 2019 di New York, Amerika Serikat.
Julianto memboyong 12 karya dari koleksi 'IL Fiore' ke runway Spring Studio. Ia berbagi panggung dengan desainer kenamaan dunia seperti Oscar de la Renta, Rodarte, Alber Elbaz X Lesportsac hingga Jeremy Scott.

Foto: Tim Muara Bagdja
" IL Fiore dari bahasa Italia artinya berkembang. Ini tentang bagaimana saya berkarya di industri fashion selama 8 tahun, sekaligus mengenang masa-masa sekolah mode di Milan, Italia saat itu," tutur Julianto di Jakarta, Selasa 24 September 2019.
Mawar menjadi DNA pada koleksi kali ini. Embellishment berbentuk bunga dirancang simpel memakai teknik beading dan payet. Julianto juga mengangkat unsur warna mawar, yakni pink fuschia dan hijau yang menjadi tren fashion 2020.

Foto: Tim Muara Bagdja
Koleksi hadir dalam berbagai busana, mulai dari atasan strapless, bustier, jaket, gaun pengantin hingga celana panjang yang cocok dengan karakter aktif penduduk New York.

Foto: Tim Muara Bagdja
Salah satu yang dibanggakan adalah strapless peplum dress dan celana trousers beraksen metalik.
" Sepintas terlihat ekstra, tapi tetap simpel karena memakai paduan celana sehingga orang New York bisa memakainya kemanapun. Mereka senang dengan busana yang seperti itu," ujar pria kelahiran Pekanbaru.

Foto: Tim Muara Bagdja
Tak sendiri, Julianto turut menggandeng sejumlah desainer untuk melengkapi racangan busana.
Pria 31 tahun itu mengandalkan desainer Rinaldy A Yunardi untuk merancang aksesori di sejumlah busana. Beberapa yang terlihat adalah kacamata berwarna putih khas Yungyung.

Foto: Tim Muara Bagdja
Selain itu, Julianto juga bekerjasama dengan perancang sepatu Regina Alifen untuk melengkapi tampilan gaun pengantin.
Koleksi 'IL Fiore' menutup persembahan dari empat desainer Tanah Air yang juga melenggang di NYFW. Mereka tampil di bawah naungan Indonesia Fashion Gallery, sebuah wadah di Manhattan yang membantu perancang Indonesia unjuk gaya di panggung mode New York.

Foto: Tim Muara Bagdja
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya