Mualaf (4): Kisah Dua Model Playboy

Reporter : Ramdania
Senin, 15 September 2014 16:50
Mualaf (4): Kisah Dua Model Playboy
"Saya sudah sering dilihat laki-laki dengan pakaian terbuka, berbikini. Namun, dengan hijab, saya mau menghormati diri saya sendiri." Inilah kisah Jamie Michelle.

Dream - Hidupnya sudah di awang. Menjadi model majalah pria dewasa, sohor ke mana-mana. Uang banyak, bisa membeli rupa-rupa kesenangan. Bergaya hidup glamor, dan didambakan banyak lelaki. Tapi bukan itu yang dicari Jamie Michelle. Dia ingin hidup tenang. Lahir batin.

Dan semua itu ditemukannya dalam Islam. Dua tahun lalu, pada usia 31 tahun, dia memutuskan menjadi Muslimah. Sebelum memilih jalan baru itu, dia mengaku bukan seorang penganut konservatif. Bukan seorang Kristen yang saleh.

Pertemuan Jamie dengan Islam tidak terjadi begitu saja. Dia menemukannya dari kekelaman. Lima tahun dia menjadi model majalah Playboy. Bersama suaminya, yang berasal dari Iran, dia tenggelam dalam obat-obat terlarang, yang semula dipakai demi menurunkan berat badan. Mencegah makan banyak.

Lantaran untuk menurunkan berat badan itu, dia haqul yakin bisa mengontrol pemakaiannya. Faktanya tidak. Bersama sang suami, dia justru kecanduan. Dan jalan gelap ini ternyata panjang. Lima tahun tubuh indahnya dijejali aneka jenis obat-obat terlarang.

Jalan gelap itu kian lengkap, lantaran sang suami berperingai kasar. Kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Jamie merasa hidupnya kian kelam. Kian suram. Beruntung dia tidak tenggelam hingga habis.  Sebab kesadaran datang juga. Berhenti memakai obat-obat terlarang itu.

“ Saya menyampaikan kepada suami saya bahwa saya ingin berhenti. Tetapi dia menertawai saya dan menganggap bahwa saya tidak akan benar-benar berhenti, bahkan dia terus mengajak saya menggunakan narkoba,” cerita Jamie. Tapi dia sudah bertekad.

Setelah berhenti mengonsumsi narkoba, Jamie melahirkan anak pertama. Anak itu adalah tikungan dalam hidupnya. Seluruh hidup Jamie dicurahkan membesarkan buah hati. Sejak memiliki anak, fokus hidup Jamie sudah berganti. Jamie pun meninggalkan sang suami. Hidup berdua dengan sang anak.

Sebagai seorang model di Hollywood, Jamie bisa mendapatkan apa saja yang dia inginkan. Namun saat memutuskan menjadi muslim semua orang di lingkungan kerjanya sangat terkejut. Mereka tidak percaya Jamie meninggalkan gemerlap Hollywood hanya untuk menjadi muslim. Tapi Jamie sudah bertekad. Meninggalkan minuman, narkoba, pesta dan semua kehidupan mewah yang menyertainya.

Sebelum memutuskan masuk Islam, Jamie melakukan riset kecil-kecilan. Dia ingin tahu mengapa agama ini sangat dibenci di Barat seperti yang diketahuinya dari berita media massa. Dia melihat banyak penindasan dan kekerasan yang mengatasnamakan Islam. Jamie ingin mencari jawaban, apakah Islam memang begitu.

Semakin lama dia melakukan riset kecil-kecilan itu,  semakin banyak kebenaran yang terungkap. Hal pertama yang disukai Jamie dalam Islam adalah penghormatan agama tersebut terhadap kaum perempuan. Hidup sebagai perempuan tidak mudah, karena harus mengurusi dirinya sendiri, rumah, suami dan anak-anak.

Islam sangat menghormati pekerjaan sulit tersebut. Selain itu, ketika beribadah, perempuan dipisahkan dari pria. Hal ini sebagai langkah perlindungan bagi kaum perempuan. Setelah menyadari soal penting itu, Jamie benar-benar ingin menjadi seorang Muslimah. “ Saya sama sekali tidak pernah berpikir menjadi Muslim, tapi sekarang saya seorang Muslim,” ujarnya mantap.

Ujian Jamie belum sampai di situ, dia harus meyakinkan keluarga akan pilihan ini. “ Saya memberikan pesan kepada ayah bahwa sekarang saya seorang Muslim. Saya tahu sepertinya dia tidak begitu senang dengan kabar tersebut. Tetapi sampai sekarang kami bisa bekerja dan hidup bersama dengan baik dan dia tetap menjadi pahlawan dalam hidup saya,” ujar Jamie haru.

Kini Jamie sangat bangga dan bahagia dengan ke-Islamannya. Jamie bahkan sudah mengenakan hijab dan sengaja menunjukkan pada dunia bahwa dia kini seorang muslim. Dia tidak peduli jika banyak yang membencinya. Menurutnya, berhijab merupakan suatu bentuk penghormatan perempuan terhadap dirinya sendiri.

“ Saya sudah sering dilihat laki-laki dengan pakaian terbuka, berbikini. Namun, dengan hijab, saya mau menghormati diri saya sendiri,” ujarnya sambil memperlihatkan beberapa koleksi pakaian dan sepatu lamanya  yang tidak ingin dipakainya kembali.

Sebagai seorang Muslim, Jamie kini mulai memilih-milih makanan. Pasalnya, bukan perkara mudah mencari makanan halal di Amerika. Dia sering mendatangi restoran-restoran Timur Tengah demi mendapatkan makanan halal.

Untuk lebih mendekatkan diri dengan Islam dan memahaminya dengan baik, Jamie mulai sering pergi ke masjid. Di sana dia belajar bersama sesama muslim yang menyambutnya dengan penuh persaudaraan. Dia mendengarkan ceramah-ceramah mengenai ajaran Islam dan belajar membaca Al Quran.

“ Sangat sulit membaca Al Quran, saya menggunakan Al Quran dengan tulisan Arab, disertai tulisan latinnya dan terjemahan Bahasa Inggris. Anak saya juga senang ke masjid dan salat bersama saya,” ungkapnya.

Sekarang, lanjut Jamie, dia merasa sudah menjadi manusia baru, yang telah melewati masa metamorfosis layaknya seekor kupu-kupu. Setelah menjadi seorang Muslim, Jamie merasa hidupnya berbeda. Dia merasa benar-benar damai.

Kisah hidup yang sama juga dialami model majalah Playboy asal Malaysia, Felixia Yeap. Pada bulan Ramadan tahun ini, dia memutuskan menjadi mualaf. Mulai mengenakan hijab. Pada tanggal 3 Juli 2014, tepat pukul 18.30 waktu Malaysia, Yeap dengan mantap mengucapkan syahadat sebagai syarat masuk Islam.

Melalui akun Facebook, dia mengabarkan kepada seluruh dunia bahwa kini dia telah memeluk Islam. “ Jam 6.30pm tadi…saya telah selamat mengucap syahadat saya di sebuah masjid di TTDI (Taman Tun Dr Ismail,” tulisnya.

Yeap memutuskan untuk berhenti menjadi model majalah Playboy, setelah awal tahun ini dia sering mengikuti peragaan busana muslimah. Dalam peragaan busana tersebut ia merasa bangga dan lebih menghargai tubuhnya.

Keyakinannya untuk tak mencari kepopuleran dengan berpose seksi membuatnya mantap berpindah keyakinan menjadi seorang muslimah yang taat. “ Saya yakin, saya akan lebih bernilai dari sekadar memamerkan tubuh saya. Saya merasa tidak bangga jika mencari ketenaran sebagai model,” kata Yeap di salah satu media Malaysia, The Rakyat Pos.

Awalnya Yeap masih mencari tahu mengenai ketuhanan yang diyakininya. Selama dua tahun ia mencoba mempelajari beberapa agama. Menurut pengakuannya, belum ada satupun yang dapat menggetarkan hatinya hingga ia mempelajari ajaran Islam yang membuatnya merasa tersentuh. Dan pada bulan suci Ramadan itu, dia merasa terlahir kembali.

Beri Komentar