Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Kata komplikasi seringkali dijumpai dalam dunia kesehatan. Namun komplikasi bukanlah sebuah penyakit. Komplikasi adalah perubahan yang terjadi pada sebuah penyakit yang dapat memicu penyakit lain.
Penyakit dapat berubah menjadi lebih buruk dan berdampak pada sistem organ dalam lainnya. Penyakit baru juga dapat muncul sebagai bentuk komplikasi dari penyakit yang ada sebelumnya.
Komplikasi kerap terjadi karena beberapa faktor. Diantaranya, efek dari konsumsi obat-obatan, tindakan medis, atau karena penyakit tertentu.
Salah satu komplikasi yang paling umum muncul adalah gagal jantung. Kondisi penyakit yang makin memburuk kemudian menimbulkan jumlah atau gejala lebih besar atau disebut juga sebagai perubahan patologi, yang menjalar ke seluruh tubuh dan berdampak pada gagal berfungsinya sistem organ lainnya.

Ada beberapa penyebab yang menjadi faktor munculnya komplikasi pada suatu penyakit, diantaranya:

Komplikasi juga dapat menimbulkan gejala-gejala lain dalam tubuh seseorang. Gejala-gejala komplikasi adalah sebagai berikut:

Terjadinya komplikasi menyebabkan lebih banyak organ yang terganggu fungsinya karena penyakit yang diderita lebih banyak. Sehingga komplikasi adalah perubahan yang tidak dikehendaki.

Komplikasi muncul akibat efek buruk dari beberapa faktor, salah satunya dalah konsumsi obat-obatan kimia. Sehingga pengobatan secara alami menjadi pilihan lain untuk menghindari penyakit komplikasi lain.
Berikut beberapa pengobatan alami yang bisa diterapkan pada penyakit komplikasi adalah:
Hasil ekstrak kulit manggis dapat melawan sel kanker yang ditimbulkan dari penyakit komplikasi. Selain itu, ekstrak kulit manggis juga bisa digunakan untuk antihistamin, antiinflamasi, menekan sistem saraf pusat, dan tekanan darah, serta antiperadangan.
Kulit manggis akan menekan sistem saraf pusat dan menstabilkan tekanan darah, sehingga hipertensi, yang dianggap sebagai penyebab penyakit komplikasi.
Buah mengkudu mengandung zat antioksidan yang tinggi untuk mencegah timbulnya penyakit komplikasi. Mengkudu dapat meminimalisir munculnya penyakit diabetes dengan cara menstabilkan kadar kolesterol dan gula darah dalam tubuh.
Teh hijau memiliki kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang dapat mencegah dan mengobati berbagai penyakit komplikasi yang disebabkan oleh diabetes.
Kandungan polifenolnya pun dipercaya dapat menurunkan tekanan darah dan memberikan perlindungan pada tubuh dari penyakit kardiovaskular.
(Sumber: Merdeka.com dan sumber lainnya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya