Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Tes Kolesterol (Foto: Shutterstock)
Dream - Level kolesterol hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan darah. Pasalnya, tak ada gejala khas yang menunjukkan saat level kolesterol sedang sangat tinggi.
Kolesterol tinggi berarti meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Untuk itu sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan kolesterol rutin.
Lalu bagaimana jika levelnya sangat tinggi? Dokter biasanya akan memberikan obat penurun kolesterol yang harus dikonsumsi teratur.
Tak hanya itu, asupan harian harus diperhatikan. Dikutip dari Healthline, ada beberapa asupan yang sangat dianjurkan untuk menjaga level kolesterol dalam level normal yaitu, 200 mg/dL.
1. Protein kedelai
Kacang kedelai dan makanan yang dibuat dari bahan kedelai, dapat menurunkan kolesterol jahat atau LDL. Bahan makanan seperti tahu, susu kedelai, dan kacang kedelai kukus merupakan sumber protein tanpa lemak yang baik dikonsumsi oleh tubuh.
2. Bawang putih
Sebuah analisis studi medis 2009 menyimpulkan bahwa, dengan mengkonsumsi bawang putih tidak mengurangi kolesterol secara khusus. Hanya akan membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah penyakit jantung.
3. Jahe
Studi tahun 2014 menunjukkan bahwa jahe dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida total pada tubuh. Sementara penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 menunjukkan bahwa jahe dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL.
Sahabat Dream bisa mengonsumsi jahe sebagai suplemen, bubuk atau hanya ditambahkan ke dalam makanan.
4. Beras ragi merah
Beras ragi merah atau angkak adalah nasi putih yang telah difermentasi dengan ragi. Beras ini biasa dimakan dan digunakan sebagai obat di negara Cina.
Beberapa suplemen beras ragi merah telah terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol, karena mengandung monacolin K. Bahan kimia yang sama seperti lovastatin, obat penurun kolesterol.
5. Biji rami
Rami adalah bunga biru yang tumbuh di daerah beriklim sedang. Baik bijinya maupun minyak nya merupakan sumber asam lemak omega 3 yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti meningkatkan kadar kolesterol HDL.
Untuk mendapatkan khasiat dari biji rami, gunakan minyaknya atau bisa juga mengkonsumsi biji rami yang sudah diolah. Karena tubuh kita tidak dapat memecah kulit terluar biji.
(ism, Laporan: Mega Rasmiyati)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?