Kontroversi di Balik Pose 'Migrain' Model Cantik Dunia

Reporter : Cynthia Amanda Male
Rabu, 18 Juli 2018 10:15
Kontroversi di Balik Pose 'Migrain' Model Cantik Dunia
Pose itu jadi tren baru di kalangan model papan atas. Tetapi, tidak semua orang terkesan. Sebagian orang justru memberi protes keras.

Dream - Pose 'Migrain' adalah tren baru banyak selebriti yang telah membuat beberapa orang 'resah' saat melihatnya.

Dikutip dari laman Mirror.co.uk, Rabu 17 Juli 2018, seorang makeup artist mendapat kecaman karena menjadi pelopor tren foto di Instagram dengan pose ini.

Pada dasarnya pose ini dilakukan dengan satu atau dua tangan di kepala, memegangnya seolah-olah sedang sakit kepala atau migrain.

Pose migrain dimulai oleh makeup artist asal Los Angeles, Nam Vo yang selalu meminta kliennya untuk berpose dengan cara ini.

" Saya menyukainya karena keindahan tangan bisa sejajar dengan wajah, dan jemari kuku bisa terlihat," katanya pada Elle.com.

Tetapi, tidak semua orang terkesan dengan pose tersebut. Mereka yang menderita migrain marah.

Bahkan, Nam Vo harus meminta maaf kepada publik lewat akun Instagramnya karena banyak orang yang tersinggung dengan pose migrain. Namun, permintaan maafnya tidak begitu saja diterima publik.

Beberapa orang pun memberi komentar bahwa pose ini adalah bentuk kekonyolan dan mengejek orang-orang yang memiliki penyakit migrain.

Ketika ingin menciptakan foto yang sempurna untuk diunggah ke media sosial dan membuat tren baru, ada baiknya meminta arahan dari profesional.

Terutama bagi mereka yang bekerja sebagai model. Tentu mampu dengan mudah tersorot media dan menjadi terkenal.

Pose terbaru ini diklaim kurang cocok dijadikan tren karena menimbulkan banyak kontroversi di media sosial. Model Internasional seperti Kylie Jenner, Gigi dan Bella Hadid telah mengikutinya.

Menurut situs NHS, migrain adalah sakit kepala ringan atau berat yang dirasakan sebagai rasa sakit yang berdenyut di satu sisi kepala.

Banyak orang yang menderita migrain juga dapat mengalami gejala lain seperti mual, muntah dan kepekaan terhadap cahaya atau suara. Ini adalah kondisi kesehatan umum, mempengaruhi sekitar 1 dari 5 wanita dan 1 dari 15 pria.

Laporan: Qonita Lutfia

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara