7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak yang mengira kulit berminyak hanya memerlukan sedikit pelembap. Padahal asupan kelembapan dari luar kulit sangat dibutuhkan dengan kadar yang cukup untuk menghentikan produksi minyak berlebih.
Produksi minyak yang berlebih terjadi akibat kurangnya kelembapan. Kondisi tersebut merangsang kelenjar minyak untuk bekerja lebih berat. Hal ini terjadi pada semua jenis kulit dan menyebabkan munculnya komedo maupun jerawat.
" Siapa bilang produksi minyak berlebih hanya terjadi pada kulit berminyak? Kulit juga bisa dehidrasi akibat berada di ruangan ber-AC, stres dan polusi," ujar Estyaning Eka Yoginari, Brand Manager Ultima II di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis 18 Oktober 2018.
Untuk mencegah produksi minyak berlebih dan menjaga kelembapan kulit, sangat dianjurkan memakai produk kesehatan kulit yang memicu produksi kolagen. Terutama dalam bentuk pelembap.

" Produk yang mengandung kolagen sering digunakan untuk mengatasi masalah penuaan. Padahal bisa juga untuk menjaga kelembapan kulit," kata Eka.
Produk dengan kandungan kolagen sudah diperlukan sejak usia 20 tahun. Pasalnya di usia 20 tahun ke atas, jika tak dirawat, kulit akan lebih cepat mengalami penuaan.
" Usia 25 tahun kualitas kolagen menurun. Jadi dicegah dari usia 20 tahun supaya kulit tidak kering, kusam dan bebas tanda penuaan," ungkap Eka.
Jika ragu memakai pelembap berlebihan ketika kondisi kulit berminyak, cari produk yang juga mengandung BHA (Beta Hydroxy Acid) alami. BHA ini ditandai dengan kandungan salicylic acid dan hazel extract. (ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?