Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kurangi Frekuensi Belanja, Pertimbangkan untuk Bekukan 4 Sayuran Ini

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 17 April 2020 14:48
Kurangi Frekuensi Belanja, Pertimbangkan untuk Bekukan 4 Sayuran Ini
Tak banyak yang tahu daya tahan sayuran dapat diperpanjang dengan menyimpannya dalam kondisi beku.

Dream - Membekukan bahan makanan merupakan cara yang paling bisa dilakukan saat ini untuk menyetok makanan. Pasalnya, kita tak bisa bebas ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur di masa social distancing seperti sekarang.

Jika memiliki lebih banyak sayuran untuk dimasak, kita cenderung tidak mengkonsumsi camilan yang tidak sehat. Tak banyak yang tahu daya tahan sayuran dapat diperpanjang dengan menyimpannya dalam kondisi beku.

Mungkin Sahabat Dream bingung sayuran apa saja yang bisa dibekukan. Yuk simak daftarnya.

1. Kembang kol
Sayuran ini bisa dibekukan, mengandung serat tinggi dan rendah kalori. Bisa dijadikan campuran sup, capcay atau dipanggang dengan keju. Cukup masukkan ke plastik yang sudah dibolongi dan masukkan dalam freezer.

 

1 dari 5 halaman

2. Bayam

Bayam

Bayam juga ideal untuk membuat sejumlah hidangan, baik dimasak ataupun menta. Bayam penuh dengan vitamin K, B, zat besi, kalsium dan kalium. Bayam tidak memiliki zat tepung, sehingga bisa menjadi tambahan yang bagus untuk diet karbo. Caranya juga sama. Masukkan dalam wadah tertutup dengan sedikit lubang lalu taruh freezer.

 

2 dari 5 halaman

3. Brokoli

Kendalikan Gula Darah dengan Konsumsi Brokoli

Brokoli juga bisa dibekukan. Biasanya sayuran ini akan menghitam dan membusuk jika hanya ditaruh di lemari es bawah. Masukkan saja ke freezer dan pastikan ditutup dengan rapat.

 

3 dari 5 halaman

4. Paprika

Tumis Brokoli Menu Sahur Penyemangat Puasa

Sayuran ini jika dibekukan dapat menambah kerenyahan pada teksturnya. Paprika memiliki berbagai zat antioksidan dan sangat mudah dimasak, sebagai campuran pasta, semur daging atau hidangan lainnya.

4 dari 5 halaman

Panduan Penting Mencuci Sayur Agar Bebas Virus Berbahaya

Dream - Pandemi Covid-19 secara global membuat kita harus lebih ekstra menjaga kebersihan. Terutama saat mengolah bahan pangan seperti sayur dan buah.

Belum ada penelitian khusus untuk mengetahui berapa lama virus Covid-19 bertahan di sayur dan buah mentah. Termasuk apakah penularan bisa terjadi lewat bahan mentah.

Sebagai langkah pencegahan penting bagi Sahabat Dream untuk melakukan proses pencucian sayur dan buah yang benar. Hal ini demi mengurangi risiko paparan virus yang bisa saja terjadi. Simak langkah-langkah berikut ini.

1. Bersihkan, pisahkan, masak, dan dinginkan.
Kita harus selalu berlatih empat langkah keamanan pangan untuk memastikan makanan aman untuk dikonsumsi. Saat menyiapkan makanan, sangat penting untuk selalu mencuci tangan selama 20 detik dengan air hangat dan sabun sebelum dan setelah menangani produk segar.

Pastikan untuk membersihkan meja dapur, termasuk pisau, wadah alat, dan talenan sebelum mulai memasak. Selain itu, pisahkan produk, unggas, daging, makanan laut, dan telur saatmemasak untuk menghindari kontaminasi silang.

Untuk membunuh virus dan bakteri, masak makanan pada suhu internal yang sesuai dan pastikan makanan di luar zona bahaya suhu (40 ° - 140 ° F) untuk jangka waktu yang lama. Dinginkan dan bekukan makanan dengan benar dalam waktu dua jam untuk mencegah pertumbuhan patogen yang berpotensi membahayakan.

 

5 dari 5 halaman

Buang yang Busuk dan Cuci di Bawah Air

2. Periksa jika ada yang rusak/ busuk
Periksa buah dan sayuran jika ada yang tampak busuk atau rusak. Jika memang ada yang busuk segera pisahkan. Untuk sayuran, buang selalu daun terluar seperti pada selada untuk mengurangi risiko kontaminasi. Terakhir, pastikan untuk membuang dan tidak mengkonsumsi produk yang terlihat busuk.

Ragam Buah dan Sayuran yang Bisa Kembalikan Daya Tahan Tubuh

3. Bilas sayur/buah sebelum dipotong
Pastikan untuk mencuci sayur dan buah secara menyeluruh di bawah air mengalir sebelum dimakan atau diolah. Penting untuk dibilas sebelumnya (bahkan jika tidak berencana memakan kulitnya). Ini untuk menghindari memindahkan kotoran atau bakteri ke pisau atau meja dapur.

Beri Komentar