Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Odditycentral.com
Dream - Otoritas China mulai memperkenalkan alat pengintai baru yang disebut perangkat lunak " pengenalan gaya berjalan" .
Metode pengawasan teranyar ini bekerja dengan cara mengidentifikasi bentuk tubuh dan cara seseorang berjalan. Bahkan ketika wajah mereka tersembunyi dari kamera.
Tanpa perlu menggunakan kamera khusus, perangkat lunak ini dapat menggunakan rekaman dari berbagai kamera pengintai.
Dari rekaman itu, perangkat akan mengekstraksi siluet seseorang dan menganalisa gerakan dari siluet itu untuk menciptakan model cara orang tersebut berjalan.
Dikutip dari laman odditycentral.com, Jumat 1 Maret 2019, Direktur Eksekutif Watrix, Huang Yongzhen, mengatakan bahwa sistemnya dapat mengidentifikasi orang-orang dari jarak hingga 50 meter, bahkan dengan punggung mereka membelakangi kamera atau wajah mereka tertutup.
" Tidak perlu kerjasama dari orang-orang bagi kami untuk dapat mengenali identitas mereka," kata Huang.
" Analisis gaya berjalan tidak bisa dibodohi dengan hanya berjalan tertatih-tatih, berjalan dengan kaki terentang atau membungkuk, karena kita menganalisis semua fitur dari seluruh tubuh."
Watrix sendiri merupakan perusahaan intelijen di China yang menciptakan perangkat Analisis tersebut.
Kini metode pengawasan gaya berjalan sudah mulai digunakan oleh polisi di jalan-jalan di Kota Beijing dan Shanghai.
Perangkat ini merupakan bagian dari dorongan di seluruh China untuk mengembangkan kecerdasan buatan dan pengawasan berbasis data yang meningkatkan kekhawatiran tentang seberapa jauh teknologi akan digunakan.
Untuk lebih jelasnya, intip videonya di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya