Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Source: Shutterstock.com
Dream - Akibat pandemi Covid-19, penyakit pneumonia menjadi perhatian banyak orang. Terlebih lagi, pneumonia merupakan penyebab kematian nomor satu pada Balita setelah diare atau infeksi lainnya.
Pneumonia merupakan radang paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, termasuk Covid-19. Namun, cukup sulit mengetahui perbedaan kondisi pasien pneumonia dengan penyebab yang berbeda.
Cara mengetahui seseorang terkena penyakit pneumonia adalah dengan melakukan tes swab atau PCR. Dengan cara ini pasien bisa mengetahui apakah pneumonia yang dialami disebabkan oleh virus Covid-19 atau bakteri maupun virus lainnya.
Adapun faktor risiko yang membuat bayi atau balita lebih rentan terkena pneumonia, di antaranya adalah usia kelahiran prematur dan kurangnya berat lahir.
"Bayi yang lahir prematur dan berat lahirnya kurang dari 2500 gram lebih rentan terkena pneumonia. Gizi kurang atau buruk, stunting, malnutrisi serta imunisasi tidak lengkap juga menjadi penyebabnya," ungkap Nastiti Kaswandani, Spesialis Anak dalam webinar Safe The Children 'Selamatkan Anak dari Bahaya Pneumonia di Masa Pandemi', Kamis 5 November 2020.
Maka dari itu, gizi ibu yang sedang mengandung sangat penting bagi kesehatan anak. Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan risiko pneumonia maupun kematian akibat penyakit akut tersebut.
"Meskipun orangtua atau seseorang tidak merokok di depan anak, tapi kalau asap rokoknya menempel di baju, anak juga bisa menghirup dan berisiko pneumonia," tambahnya.
Nastiti juga menyarankan agar Balita mengonsumsi menu seimbang, ASI eksklusif sampai 2 tahun, menghindari polusi dan imunisasi lengkap untuk menjaga daya tahan tubuh serta mencegah risiko pneumonia.
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Psikosomatis: Stres yang Bisa Memperburuk Penyakit Fisik, dari Tekanan Darah Tinggi hingga Eksim

Sarapan Pisang Saja Bikin Cepat Lapar? Ahli Gizi Bagikan 3 Cara agar Lebih Mengenyangkan

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?