Mengenal Parafimosis, Kondisi Medis Seperti Disuunat Jin

Reporter : Ulyaeni Maulida
Rabu, 9 September 2020 07:41
Mengenal Parafimosis, Kondisi Medis Seperti Disuunat Jin
Hal ini terjadi saat kulup penis tak dapat kembali ke posisi normal.

Dream – Paramifosis adalah kondisi yang dialami laki-laki saat belum disunat. Biasanya parafimosis sering dialami oleh anak-anak dan remaja.

Hal ini terjadi saat kulup penis tak bisa ditarik ke kepala penis, sehingga menyebab sirkulasi darah terganggu. Pemicu terbesar dari parafimosis karena adanya prosedur medis pada penis.

Dalam bahasa awam, parafimosis kerap disebut ‘disunat jin’. Ini karena laki-laki yang belum disunat tampak seperti sudah disunat yang diyakini oleh kekuatan gaib.

1 dari 4 halaman

Penyebab Parafimosis Atau Disunat Jin

Ilustrasi

 

Parafimosis menyebabkan penis tak dapat ditarik ke posisi semula. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Terutama bila kulup penis tertarik dalam waktu yang lama.

Parafimosis atau disunat jin terjadi setelah melakukan pemeriksaan medis atau prosedur medis. Seperti memasukkan kateter ke lubang urin.

Selain itu, ada pula penyebab lain dari parafimosis yaitu:

  1. Mengalami infeksi
  2. Trauma fisik di area kelamin
  3. Menarik kulup penis terlalu kencang
  4. Kulup penis terlalu rapat dari normal
  5. Sunat atau sirkumsisi yang kurang tepat
  6. Gigitan serangga
  7. Aktivitas seksual terlalu keras
  8. Kulup penis tertarik dalam periode waktu lama
2 dari 4 halaman

Gejala Parafimosis

Ilustrasi

 

Gejala utama dari parafimosis adalah kulup penis yang tak dapat kembali ke posisi normal. Akibatnya ujung penis membengkak dan terasa sakit.

Sirkulasi darah pun akan terganggu, menyebabkan penis menjadi kemerahan atau kebiruan. Selain itu, parafimosis membuat penderitanya kesulitan buang air kecil.

3 dari 4 halaman

Cara Mengatasi Parafimosis

Ilustrasi

 

Parafimosis adalah sebuah kondisi darurat bagi laki-laki. Untuk itu bila mengalami gejala parafimosis sebaiknya segera dibawa ke dokter. Agar diberi penanganan yang tepat.

Namun ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meredakan pembengkakan pada penis, yaitu:

  1. Memberikan kompres es batu
  2. Membungkus penis dengan perban
  3. Mengeluarkan darah atau nanah dengan jarum
  4. Menyuntikkan hyaluronidase yaitu enzim untuk meredakan pembengkakan
  5. Insisi kecil untuk mengurangi tegangan di penis

Apabila kondisinya cukup parah, dokter juga dapat melakukan prosedur sirkumsisi atau sunat untuk mencegah terulangnya parafimosis.

4 dari 4 halaman

Perawatan Penis Agar Parafimosis Tidak Terulang

 

Setelah semua prosedur sudah dilakukan, maka hal selanjutnya adalah untuk menjaga dan merawat penis. Agar penis tetap kembali berfungsi normal.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, diantaranya:

  1. Pastikan selalu membersihkan kulup penis secara berkala
  2. Selalu mengembalikan kulup ke posisi semula setelah buang air kecil, dibersihkan, atau berhubungan seksual
  3. Setelah pemeriksaan medis, pastikan kulup sudah kembali ke posisi semula
  4. Jangan biarkan kulup tertarik dalam periode terlalu lama

Parafimosis dapat menyerang laki-laki dengan segala usia. Namun lebih rentan terjadi pada usia remaja. Sedangkan pada lansia, parafimosis kerap terjadi pada penderita diabetes.

 

(Sumber: Sehatq.com)

Beri Komentar