Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Shutterstock
Dream - Gangguan pencernaan yang parah akan sangat mengganggu tubuh. Nutrisi dan makanan yang masuk tidak dapat terolah dengan baik dan bisa menyebabkan banyak komplikasi lainnya.
Mendeteksi saluran cerna biasanya dilakukan melalui USG, namun hal ini ternyata belum seratus persen efektif karena banyaknya gas pada perut.

" Keterbatasan utama USG biasa melalui kulit perut adalah banyaknya udara atau gas yang menutupi aliran suara ultra," jelas Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah, Prof. dr. dr. Rino Alvani Gani pada konferensi virtual RSPI Group, Rabu 15 Juni 2022.
Semakin majunya teknologi, endoscopic ultrasonography atau endoskopi ultrasound (EUS) hadir untuk mendeteksi gangguan pencernaan dengan lebih akurat dibanding USG.

" Endoscopic Ultrasound merupakan perpaduan alat endoskopi dan ultrasonografi. EUS dapat memberikan pandangan yang lebih detail pada saluran cerna dan organ-organ di sekitarnya," tambah Prof. Rino.
EUS dapat dilihat dari dalam tubuh. Jadi udara dan gas diisap terlebih dahulu sehingga gawai USG mendeteksi dengan jelas.

" Cara kerjanya gawai USG di ujung alat endoskopi yang dimasukkan ke dalam tubuh memberikan pandangan lebih detail dan rinci pada struktur saluran cerna dan organ-organ di sekitarnya," tambah Prof. Rino.
Endoscopic Ultrasound ini dapat mendeteksi pemeriksaan pada lubang esofagus, dinding, struktur
di luar dinding esofagus, isi lambung, dinding lambung, struktur di luar lambung (pancreas), pembuluh darah di sekitar lambung, kantong empedu, hati, limpa, ginjal kanan dan kiri, serta kelenjar adrenal.
Juga pada dinding usus-12-jari, pankreas, saluran empedu dan pembuluh darah.
EUS dapat mendeteksi adanya kanker saluran cerna dan benjolan dalam dinding. Tentunya ini sangat membantu untuk penanganan beberapa kasus seperti penanganan kista pankreas, pengobatan kanker pankreas, evaluasi kanker saluran empedu hingga evaluasi peradangan pankreas akut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya