Dilamar Pengusaha, Ini Gaya Marun Dian Pelangi di Hari Istimewa

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Senin, 21 Oktober 2019 12:32
Dilamar Pengusaha, Ini Gaya Marun Dian Pelangi di Hari Istimewa
Ia tampil anggun di hari bahagia tersebut.

Dream - Kabar menggembirakan datang dari desainer Indonesia, Dian Pelangi. Perancang busana muslim itu menggelar acara lamaran pada Minggu, 20 Oktober 2019.

Dilansir dari KapanLagi.com, calon suami Dian Pelangi diketahui merupakan seorang pengusaha di bidang teknologi dan informasi. Pria bernama Sandy Nasution itu juga berprofesi sebagai managing director dan konsultan bisnis.

Belum ada foto resmi yang diunggah mereka, namun Dian sempat menampilkan sejumlah potret di Insta Story. Salah satunya merupakan foto dua tangan dengan cincin melingkar di jari manis.

 Dian Pelangi

Foto: Instagram @dianpelangi

Desainer asal Palembang itu juga menampilkan kotak cincin berhiaskan karangan bunga yang dirancang sendiri

1 dari 5 halaman

Anggun dengan Marun

Prosesi lamaran digelar di kediaman Dian Pelangi, Pekalongan, Jawa Tengah. Tak banyak yang tersorot dari lamaran itu, namun akun Instagram @sonebb memperlihatkan sedikit acara mereka.

 Dian Pelangi

Foto: Instagram @sonebb

Di hari bahagia itu, Dian Pelangi tampil memesona dengan busana serba marun. Ia memakai blouse bersiluet lebar dengan sentuhan motif etnik. Atasan itu dipadu bersama batik yang dibuat menjadi rok lilit berwarna keabuan.

Wanita 28 tahun itu kembali memakai gaya hijab khasnya, yakni pashmina yang dibiarkan menggantung dengan loose di kepala. Ia terlihat serasi dengan calon suami yang memakai kemeja bernuansa senada.

Dian dan seluruh kerabat dekat tampil kompak memakai busana bernuansa marun. Mereka berpose kompak dan membagikan keseruan lewat video boomerang.

Ini merupakan pernikahan Dian yang kedua setelah bercerai dengan Tito Haris Prasetyo pada 2016 silam.

2 dari 5 halaman

4P, Rahasia Sukses Dian Pelangi Hingga Go International

Dream - Nama Dian Pelangi amat tersohor di dunia fashion hijab. Tidak hanya di dalam negeri, bahkan sampai mancanegara.

Sejumlah panggung fashion show dunia telah dia rambah. Prestasi terbaru Dian adalah memamerkan koleksinya di ajang fashion show mentereng New York Fashion Week 2019 bersama sejumlah desainer hijab Indonesia lainnya.

Wanita kelahiran Palembang, Sumatera Selatan pada 14 Januari 1991 ini mengakui kesuksesan yang dia raih tidaklah dengan jalan mudah. Dia harus jatuh bangun dalam berkarya selama 10 tahun lamanya.

Dian pun tidak pelit membagi rahasia mengenai jalan suksesnya. Desainer hijab ini punya resep sukses yang disebut 4P.

" Yang pertama Passion, kita harus passion, kemudian pray, selain passion kita juga harus berdoa dan berusaha, kata Dian saat puncak gelaran Coffeetone X You 2018 di Balai Kartini, Jakarta.

Resep selanjutnya yaitu Persistent. Menurut dia, seseorang harus kuat jatuh bangun menjalani bisnis.

" Begitu jatuh kita harus bangkit lagi, dan personality, harus punya personality yang bagus sehingga orang terinspirasi," ucap dia.

Sebagai seorang desainer, Dian mengatakan setiap karyanya memiliki ciri khas tersendiri. Ciri tersebut yaitu bahan kain etnik dari seluruh Indonesia.

" Saya selalu pakai kain-kain produk Indonesia, karena menurut aku ini identitas Bangsa Indonesia, dan jadi memperbanyak lapangan pekerjaan buat para pengrajin yang ada di Indonesia," kata dia.

Selanjutnya, Dian juga banyak menjalin kerja sama dengan para pelaku industri kain tradisional. Mulai dari penenun, pembatik, penjahit, hingga penjumput kain batik di Pekalongan, Jawa Tengah.

" Saya mau bermanfaat bagi orang banyak. Seperti yang bapak saya ajarkan bahwa kita harus bermanfaat bagi orang banyak," kata dian.

Lebih lanjut, kata Dian, inovasi menjadi salah satu kunci kesuksesan desainer. Seorang desainer tidak boleh berhenti menggali inovasi dalam berkarya.

Laporan: Ratih Permatasari

3 dari 5 halaman

Dian Pelangi Kembali Berkibar di NYFW, Kini Lebih Bergengsi

Dream - Dian Pelangi turut memeriahkan ajang New York Fashion Week (NYFW) 2019 yang berakhir sepekan lalu. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini Dian berkesempatan tampil pada panggung The Show yang lebih bergengsi.

" Tahun kemarin aku tampilnya di First Stage. Kali ini dibantu Indonesia Fashion Gallery (IFG), aku bisa tampil di The Show yang exposure dan coverage-nya lebih banyak serta lebih bergengsi," ujar Dian di Jakarta, Kamis 21 Februari 2019.

Tak hanya Dian, desainer Indonesia lainnya, Itang Yunasz, juga tampil di panggung The Show. Masing-masing menampilkan 12 koleksi modest fashion. Dian mengangkat tema 'Socialove', sedangkan Itang Yunasz 'Tribal Diversity'.

Menurut Dian, sebelum di New York Fashin Week 2019, mereka juga tampil di de Young Museum, San Fransisco untuk 'Contemporary Muslim Fashions'. Koleksi yang dibawa ke NYFW itu merupakan kelanjutan ajang di San Fransisco.

" Sebelumnya, pameran di San Fransisco sudah merupakan gema yang mendunia di akhir tahun lalu. Lalu, saya harus membuat koleksi dalam waktu dua bulan untuk ditampilkan di NYFW," jelas Itang.

  Itang Yunasz & Dian Pelangi/Cynthia Amanda Male-Dream.co.id

Itang Yunasz & Dian Pelangi (Cynthia Amanda Male/ Dream)

Di show NYFW 2019 tersebut, Dian menampilkan koleksi dengan sentuhan batik abstrak dengan teknik printing. Koleksinya terinspirasi dari aktivitas digital dan media sosial di New York.

" Untuk menggambarkan aktivitas digital mereka, saya menggunakan warna hitam, putih, tapi tetap ada warna shocking pink yang terinspirasi dari Wardah Instaperfect. Lalu, ada unsur tipografi juga yang terinspirasi dari caption Instagram," tutur Dian.

4 dari 5 halaman

Koleksi Bergaya Boho

Jika Dian mengangkat motif batik abstrak, Itang membuat koleksi bermotif kain Sumba di atas bahan lace dengan pakaian one piece bergaya boho.

" Gaya boho dan motif khas Sumba sama-sama bersifat etnik. Saya pakai warna merah bata dan ungu gelap di koleksi ini. Potongannya one piece, tapi enggak nerawang, supaya lebih mudah dikenakan dan tidak memakan waktu lama untuk dibuat," ungkapnya.

  Itang Yunasz & Dian Pelangi/Cynthia Amanda Male-Dream.co.id

Itang Yunasz & Dian Pelangi (Cynthia Amanda Male/ Dream)

Dalam menjalankan misi memperkenalkan modest wear lokal ke mata dunia itu, Dian dan Itang didukung brand kecantikan asal Indonesia, Wardah Beauty, dengan dua gaya make up yang berbeda, yaitu 'Jakarta' dan 'New York'.

" Gaya make up 'Jakarta' yang lebih bold, kami pakai untuk koleksi Itang Yunasz. Sedangkan 'New York' yang lebih chic, dipakai untuk koleksi Dian Pelangi," kata Brand Manager Wardah Cosmetics, Shabrina Salsabila.

Dua gaya make up tersebut juga mengikuti tren tampilan mata yang bold dengan eyeliner wing, earthy color, serta tren lipstik coral.

5 dari 5 halaman

Dian Pelangi Bawa Hutan Rimba ke Panggung IFW 2019

Dream - Usai tampil di New York Fashion Week, Dian Pelangi meluncurkan koleksi 'Kroma' di gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2019.

Ia membuka pertunjukan Wardah 'Equator Treasure' di hari keempat dengan inspirasi makeup look Fairy Forest.

" Sesuai dengan tema besar IFW tahun ini, yaitu Borneo. Dian Pelangi mengangkat koleksi Kroma yang artinya hutan belantara di Kalimantan," ujar Nur Zafitra, Public Relations Dian Pelangi di Jakarta, Sabtu 30 Maret 2019.

  Dian Pelangi

(Foto: Nurwahyunan Nur/KLY)

Eksotisme hutan Tanah Borneo digambarkan melalui busana utilitarian. Para penjaga hutan melenggang di atas runway sambil membawa kipas dedaunan lebar.

Berbeda dari biasanya, koleksi terasa lebih boyish dengan nuansa militer dari warna hijau army, cokelat, mustard, hitam dan teracotta.

  Dian Pelangi

(Foto: Nurwahyunan Nur/KLY)

Koleksi didominasi oleh blazer dan vest bersiluet fitted serta hijab segi empat yang dililitkan pada leher.

  Dian Pelangi

(Foto: Nurwahyunan Nur/KLY)

Dian juga menambahkan payet bernuansa keemasan. Permainan aksen fringe, stripes dan detail pada bahu dan pinggang memberi kesan unik. Tak ketinggalan dengan belt signature dari Dian Pelangi. (ism)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik