Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Minuman Bersoda Bisa Berdampak Buruk Saat Hamil, Alasannya...

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 19 Juli 2017 14:07
Minuman Bersoda Bisa Berdampak Buruk Saat Hamil, Alasannya...
Mengonsumsi minuman manis selama kehamilan berkaitan erat dengan penambahan berat badan pada anak-anak di kemudian hari.

Dream - Mudah lelah jadi salah satu keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil. Hasrat untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis pun begitu tinggi. Tapi sebaiknya hindari mengonsumsi minuman bersoda selama kehamilan.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dari Harvard Medical School dan University of Manitoba, Kanada, mengungkap kalau mengonsumsi minuman manis selama kehamilan
berkaitan erat dengan penambahan berat badan pada anak-anak di kemudian hari.

Temuan ini merupakan bagian dari lingkup yang lebih luas yang meneliti dampak diet ibu hamil terhadap kesehatan anak-anak mereka.

" Kami tahu bahwa apa yang ibu konsumsi selama kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan anak-anak mereka dan bisa berdampak obesitas. Kami memutuskan untuk melihat minuman
manis sebagai salah satu faktornya," ujar kata ahli biostatistik, Sheryl Rifas-Shiman dari Harvard Medical School dan Harvard Pilgrim Health Care Institute di Boston.

Penelitian dilakukan dengan meminta 1.078 ibu untuk mengisi kuesioner demi mengetahui apa yang dikonsumsi ibu selama trimester pertama dan kedua kehamilan.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui apa yang mereka minum, bisa berupa minuman bersoda, minuman rasa buah, jus buah, diet soda atau air putih dan seberapa sering. Ukuran penyajian didefinisikan sebagai kaleng, gelas atau sebotol minuman.

Analisis kemudian dilakukan pada anak-anak dengan menghitung indeks massa tubuhnya. Ternyata, bobot tubuh anak-anak yang ibunya suka mengonsumsi minuman manis beratnya lebih tingga sebanyak 500 gram dibandingkan dengan anak-anak yang ibunya jaranga mengonsumsi minuman manis.

" Apa yang terjadi pada perkembangan awal benar-benar memiliki dampak jangka panjang. Metabolisme janin berkembang sebagai respons terhadap lingkungan sekitar, termasuk kebiasaan makan ibu." ," kata Meghan Azad, seorang ahli epidemiologi di Universitas Manitoba di Kanada.

Sumber: Fatherly

 

 

Beri Komentar