Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Islam mengajarkan untuk tidak serakah dan berlebih-lebihan. Termasuk dalam mengonsumsi makanan.
Kadang karena terlalu bernafsu, kita mengambil makanan sebanyak-banyaknya. Apalagi saat dalam kondisi jamuan makan prasmanan.
Tapi kondisi perut tak memungkin untuk menghabiskan. Akhirnya, makanan yang ada di piring terbuang begitu saja, menjadi mubazir. Kondisi ternyata sangat sering terjadi di Indonesia.
Hal tersebut terungkap dalam Global Food Sustainability Index. Diketahui, Indonesia berada di peringkat kedua negara yang suka membuang makanan.
" Berdasarkan Global Food Sustainability Index, Saudi Arabia menempati tempat pertama Largest Food Wasters. Lalu, Indonesia dan US," ujar Arief Daryanto, Direktur dan Peneliti Bidan Ekonomi Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam acara gerakan #MakanBijak Mylanta di The Kasablanka, Selasa 15 Mei 2018.
Kebiasaan buruk yang juga termasuk membuang-buang makanan yaitu menyimpan makanan dengan stok yang berlebihan hingga kedaluwarsa. Efek lainnya adalah penumpukan sampah organik yang kemudian menjadi limbah karena tak diolah dengan tepat.
" Kasus sampah makanan tidak hanya food waste, tapi food loss juga. Kehilangan makanan saat masih diproses untuk sampai ke konsumen. Salah satunya karena kebiasaan membeli makanan segar," imbuhnya.
Tidak hanya menimbulkan citra buruk untuk negara dan penumpukan sampah, kebiasaan ini bisa menyebabkan krisis pangan serta ketimpangan sosial.

" Setiap tahunnya, 13 ton makanan terbuang. Angka itu sama dengan jumlah kebutuhan pangan 28 juta penduduk Indonesia. Dan uniknya, jumlah warga tidak mampu di Indonesia adalah 28 juta," kata Annisa Paramitha, Operations Manager Waste4Change.
Selain itu, kebiasaan buruk ini diadaptasi dari pola makan kurang teratur dan penyediaan porsi makan yang besar. Makanan juga sering terbuang karena 'lapar mata'.
" Akhirnya makanannya tidak dihabiskan. Atau, porsi makan di restoran yang sangat besar dan gengsi untuk membungkus makanan," ungkap Arief.
Arief pun mengimbau agar masyarakat Indonesia lebih penuh pertimbangan dalam memesan makanan serta minuman. Lakukan perhitungan yang cermat dan jangan berlebihan. Biasakan di rumah untuk makanan secukupnya. (ism)
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya

Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa