Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Zahi Hawass And Sahar Saleem
Dream – Sebuah penelitian menemukan mumi seorang wanita Mesir dalam keadaan mulut terbuka. Dalam pemindaian computed tomography (CT) mumi ditemukan, adanya endapan plak lemak di dalam pembuluh darah. Ia diduga meninggal akibat serangan jantung.
Namun para peneliti luar Mesir, Andrew Wade, seorang antropolog di Universitas McMaster ragu dengan penemuan ini. Mumifikasi adalah sebuah proses panjang. Dan rigor mortis hanya berlangsung beberapa hari.
" Hal ini lebih mungkin, pembungkus di sekitar rahang tidak cukup ketat untuk menahan mulut tertutup, karena cenderung jatuh ke posisi terbuka jika dibiarkan sendiri," kata Wade.
Mumi itu ditemukan pada tahun 1881. Dia dikebumikan di Deir el-Bahari, sebuah kompleks makam di seberang Sungai Nil dari kota Luxor. Nama Meritamun tertulis diluarnya. Namun pada ahli Mesir Kuno tidak yakin siapa dia.
Ada beberapa putri di Mesir Kuno bernama Meritamun. Salah satunya putri penguasa dinasti ke-17 Thebes, Seqenenre Taa II, yang memerintah sekitar 1558 SM. Dan putri Ramses II, yang menjadi firaun pada 1279 SM.
Meritamun adalah satu dari dua mumi yang ditemukan di Deir el-Bahari dalam keadaan sedang berteriak. Yang lain telah diidentifikasi sebagai Pentawere, putra Ramses III, yang terpaksa melakukan bunuh diri setelah diduga ikut serta dalam rencana untuk memotong tenggorokan Firaun.
Pentawere dibungkus dengan kulit domba bukan linen dan organ-organnya tidak dihilangkan. Dan rahangnya juga tidak tertutup rapat. Sehingga membuat mulutnya terbuka.
Ahli Mesir Kuno, Zahi Hawass, dan Dr. Sahar Saleem, seorang ahli radiologi di Universitas Kairo, ingin tahu apakah Meritamun pernah mengalami nasib serupa.
Mereka menggunakan CT, sebuah metode yang melibatkan rotasi sinar-X di sekitar tubuh sehingga para peneliti dapat merakit gambar 3D virtual dari subjek.

Hasil pindaian mengungkapkan, Meritamun telah dimumikan dengan baik. Tidak seperti Pentawere. Organnya banyak yang diangkat, meskipun jantung, trakea, dan paru-parunya masih ada.
Rongga perutnya penuh dengan linen dan resin. Otaknya tidak dihilangkan. Itu menyusut ke sisi kanan belakang tengkoraknya, menggema miring ke kanan kepala mumi tersebut.
Berdasarkan tulang dan giginya, para peneliti percaya dia meninggal pada usia 50-an. Giginya dipenuhi oleh gigi berlubang dan beberapa gigi geraham yang membusuk. Namun, petunjuk terbesar bagi kesehatannya adalah aterosklerosis yang mengganggu pembuluh darahnya.
Aterosklerosis yang luas inilah yang membuat para peneliti berspekulasi bahwa Meritamun meninggal karena serangan jantung. Namun, dalam diagnosis ini aterosklerosis juga dapat membunuh dengan menyebabkan stroke, atau penyumbatan pembuluh darah di otak. Para peneliti akan mempublikasikan temuan mereka dalam Journal of Radiology and Nuclear Medicine Mesir.
Karena Meritamun adalah mumi yang dibuat dengan baik, Hawass dan Saleem tidak percaya bahwa dia mati dalam kehinaan seperti Pentawere. Tapi dia dalam posisi yang tidak biasa, dengan mulut menganga dan kaki tertekuk, disilangkan di pergelangan kaki.
Para peneliti berspekulasi bahwa Meritamun meninggal sendirian dan tidak ditemukan sampai rigor mortis dimulai. Rigor mortis adalah pengerasan otot dan persendian yang dimulai satu atau dua jam setelah kematian dan kemudian memudar ketika tubuh mulai membusuk setelah dua hari atau lebih.
Mungkin pembuat mumi Meritamun memulai proses mumifikasi sebelum rigor mortis berakhir. Dan mereka tidak dapat meluruskan kakinya atau mengamankan rahangnya yang terbuak.
Namun, mumi yang terlihat " menjerit" pun tak jarang. Ekspresi aneh ini adalah hasil dari ligamen rahang yang rileks setelah kematian. Pembungkus di sekitar rahang biasanya menahan mulut tertutup, tetapi ini bisa mengendur.
Namun, kombinasi kaki yang tertekuk dan rahang yang terbuka membuat Hawass, Saleem dan rekan-rekan mereka percaya ada hal lain yang terjadi dengan Meritamun.
" Mumifikasi sangat standar dan memiliki ritual khusus, sehingga harus ada alasan bahwa pembuat mumi tidak meluruskannya dan menempatkannya dalam posisi terlentang seperti biasa," ungkap Andrew Nelson.

Saleem mengatakan bahwa belum diketahui pasti kapan orang Mesir Kuno memulai proses mumifikasi. Dia juga menambahkan bahwa Meritamun adalah mumi yang dibuat dengan baik.
" Harap diingat bahwa orang Mesir Kuno tidak meninggalkan informasi tentang bagaimana mereka melakukan mumifikasi karena mereka bermaksud merahasiakan praktik ini," ucap Saleem.
Hasil pindaian CT scan juga tidak dapat mengungkapkan ikatan keluarga Meritamun. Satu petunjuk yang mungkin untuk identitasnya adalah bahwa otaknya tidak dihilangkan. Penghapusan otak pada mumi umumnya dilakukan pada dinasti ke-19 daripada mumi dinasti ke-17. Karena alasan itu, masuk akal bahwa Meritamun adalah putri Seqenenre Taa II, bukan Ramses Agung.
(Sumber: livescience.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya