Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pernah Mengalami Pecah Ban Ketika Sedang Mengendarai Mobil, Sahabat Dream? (Foto: Pixabay)
Dream – Ada banyak sekali penyebab tingginya kecelakaan lalu lintas. Tak hanya cara berkendara yang ugal-ugalan, faktor eksternal seperti kondisi jalan dan kendaraan juga bisa mendorong kecelakaan lalu lintas.
Salah satu faktor eksternal yang sering menyebabkan kecelakaan adalah ban pecah.
Dilansir dari Suzuki, Rabu 7 November 2018, kalau sudah begini, pengemudi tak boleh panik. Tujuannya agar dia bisa menghadapi situasi yang berbahaya. Pecah ban tentunya bisa membuat pengemud kaget dan panik.
Kondisi ini akan membuat mobil dan pengemudi dalam situasi yang kurang menguntungkan atau malah mendekati zona bahaya.
Kalau begini, harus bagaimana?
Satu hal yang paling penting adalah jangan panik. Saat ban meletus biasanya pengemudi akan kaget dan mobil akan oleng. Di saat inilah pengemudi harus bisa menguasai kendaraan dan tidak panik.
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menghindari penggunaan rem dan jauhkan kaki dari pedal rem.
Untuk mengurangi laju kendaraan, lepas pedal gas secara perlahan. Jangan lakukan dengan mendadak karena ban mobil akan tidak sempurna menempel aspal.
Tetap genggam setir atau kemudi dengan erat dan pertahankan arah mobil supaya tetap lurus. langsung nyalakan lampu sein kiri untuk memberitahu mobil akan bergerak menuju tepi jalan.
Setelah berada di tepi jalan, langsung nyalakan lampu hazard dan segera mulai melakukan pengereman sampai mobil benar-benar berhenti.
Setelah berhenti, tetap nyalakan lampu hazard supaya pengendara lain tahu mobil Anda sedang bermasalah.
Kalau tak mau pecah ban ketika berkendara, ada beberapa hal yang harus dilakukan.
Pertama, jangan menginjak rem secara mendadak. Pengereman yang mendadak akan memindah bobot mobil kedepan dan setir akan semakin menarik ke arah ban pecah yang bisa menyebabkan mobil terbalik.

Kedua, rutin melakukan pengecekan tekanan udara ban, terutama sebelum menempuh perjalanan jauh. Selain ban, servis rutin di bengkel resmi Suzuki agar kondisi kendaraan tetap safety dan optimal selama berkendara juga sangat disarankan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya