Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mobil Suzuki Buatan Indonesia Diminati Pasar Luar Negeri.
Dream – Penjualan domestik dan ekspor merupakan salah satu tolok ukur pertumbuhan neraca industri otomotif setiap tahunnya. Ekspor otomotif merupakan salah satu lini bisnis yang terdampak COVID-19. Namun, tidak bagi PT Suzuki Indomobil Motor (SIM).
Dikutip dari keterangan tertulis Suzuki Indonesia, Rabu 21 April 2021, ekspor mobil Suzuki pada kuartal I 2021 naik 12 persen jika dibandingkan dari periode sebelumnya. Hal ini dilihat dari ekspor XL7 yang tumbuh 136 persen dan Karimun Wagon R 277 persen secara year on year (yoy) pada Januari-Maret 2021.
“ Selain menandakan bahwa pasar otomotif internasional mulai pulih, pencapaian ini juga menjadi bukti bahwa kualitas produk Suzuki Indonesia telah diakui dan diminati secara global,” kata Production Planning Control Assistant to Department Head SIM, Apriyanto, di Jakarta.
Ekspor dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) XL7 berkontribusi 25,3 persen terhadap ekspor Suzuki. Ditambah lagi ada ekspor Wagon R yang berbentuk completely knock down/CKD) sebesar 29,3 persen.
Ditambah lagi ada All New Ertiga sebesar 14,1 persen.
Secara total, performa ekspor Suzuki mencapai 17.216 unit pada periode Januari - Maret 2021. Negara tujuan ekspor sebanyak 51 negara yang tersebar di Asia, Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan, Oseania, dan Afrika.
Tidak hanya peningkatan pada periode Januari-Maret 2021, Suzuki juga mencatatkan adanya peningkatan pada angka ekspor CBU bulan Maret jika dibandingkan dengan bulan Februari 2021. Peningkatan dipimpin oleh produk buatan dalam negeri, New Carry Pick Up yang permintaannya meningkat hingga 66 persen.
Mobil XL7 pun turut berkontribusi dengan mengapalkan lebih dari 2 ribu unit pada bulan Maret lalu, meningkat hampir 20 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Apriyanto optimistis industri otomotif membaik tahun ini melihat dari tren pergerakan ekspor yang positif.
“ Harapan kami, target yang sudah kami tetapkan untuk angka penjualan ekspor dapat tercapai sehingga Suzuki dapat terus berkontribusi positif terhadap perkembangan industri otomotif dan perekonomian Indonesia,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya