Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Risiko Berkendara Pada Malam Hari Bisa Jauh Lebih Besar Daripada Siang Hari. (Foto: Shutterstock)
Dream – Mengemudi sepeda motor di malam hari bisa jadi lebih menyulitkan bagi sebagian orang dibandingkan melakukannya malam hari. Apalagi jika cuaca malam itu tengah dilanda hujan deras. Jarak pandang akan menjadi sangat terbatas.
Aktivitas mengemudi malam hari juga berhadapan dengan masalah pada fokus, pelebaran pupil, dan refleksi pada lampu dan cermin.
Bukan berarti semua masalah tersebut tidak ada jalan pemecahannya, bukan?
Kamu bisa terhindar dari risiko apa pun ketika mengendarai motor pada malam hari. Berikut ini cara-caranya, dikutip dari Wahana Honda, Kamis 26 Maret 2020.

Pertama, memeriksa kelaikan lampu depan. Tentunya, ketika harus mengendarai kendaraan di malam hari, lampu jauh dan dekat akan sangat membantu melihat jalanan di depan. Pastikan kondisi lampu berfungsi secara baik dan optimal.
Lampu dekat berfungsi untuk menerangi jalanan di depat yang lebih dekat dengan roda depan dan lampu jauh untuk menerangi jalanan yang lebih jauh. Lampu jauh juga berfungsi ganda, yaitu dapat dipakai atau dinyalakan ketika hujan lebat atau kabut turun.
Kedua lampu tersebut diwajibkan dapat menyala dengan baik karena masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Periksa minimal satu bulan sekali. Jika terasa sudah meredup atau ada tanda menghitam pada bagian depannya, kamu dapat menggantinya dengan lampu yang baru.
Kemudian, kamu bisa mengurangi kecepatan karena jarak pandang terbatas pada malam hari. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan karena bertabrakan dengan kendaran lain atau faktor lainnya.
Selain itu, kamu juga dapat mengikuti setiap tanda jalan, seperti garis jalan, lampu jalan sampai dengan rambu-rambu lain yang tersebar di banyak jalanan. Jika tidak ada tanda jalan yang ditemui, kamu harus fokus terhadap jalanan di depan dengan penerangan lampu motor.

Selanjutnya, kamu harus menjaga konsentrasi dan suhu tubuh. Konsentrasi yang terganggu bisa membahayakan pengendara dan berujung kecelakaan yang cukup fatal bagi diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.
Jangan sepelekan untuk menjaga kondisi tubuh. Ketika kondisi tidak fit atau lelah dan mengantuk, maka konsentrasi akan menurun drastis. Terlebih lagi kamu baru saja meminum obat yang dapat menyebabkan kantuk atau bahkan mengonsumsi alkohol.
Bila melihat warung, supermarket, atau mungkin rest area, segera bawa kendaraan kamu untuk menepi dan menyegarkan tubuh. Jika memungkinan kamu bisa beristirahat beberapa jam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya