Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (hungrysofia.com)
Dream - Ilmuwan menyarankan untuk tidak membuang sisa makan malam. Sebab, reaksi zat-zat kimia yang terjadi saat makanan itu disimpan semalaman ternyata memiliki banyak manfaat. Seperti mengencangkan kulit hingga melangsingkan pinggang.
Nasi yang disimpan semalaman akan mengandung kalori 60 persen lebih sedikit daripada yang baru matang. Sehingga 100 gram nasi yang tadinya memiliki 130 kalori akan turun drastis hanya 52 kalori.
Namun untuk mendapatkan nasi kemarin yang layak makan, sebelumnya Anda harus memasaknya dengan benar, menurut riset yang dijabarkan kepada American Chemical Society.
Caranya adalah sebelum beras dimasukkan, tambahkan sedikit minyak kelapa (sekitar tiga persen dari berat beras) ke dalam panci yang sudah berisi air mendidih. Ketika sudah masak dan dingin, masukkan ke dalam kulkas selama 12 jam untuk mengurangi sejumlah besar kalori di dalamnya.
Jika nasi yang baru matang langsung dimakan, tubuh akan langsung mengubah pati menjadi gula atau glukosa.
Jika tidak dibakar, glukosa ini akan disimpan sebagai lemak. Sebaliknya, jika nasi didinginkan, patinya akan diubah menjadi pati resistan yang tidak dapat dicerna tubuh. Dengan demikian, kalori tidak akan bertambah.
" Minyak kelapa berguna untuk menghindari nasi kemarin tidak terlalu lengket dan sepertinya bisa membantu memproduksi lebih banyak pati resistan dalam nasi sehingga semakin mengurangi jumlah kalori," kata Sam Christie, seorang ahli gizi.
Christie menambahkan, penelitian ini akan menjadi kabar yang bagus bagi para pencinta diet.
Namun memanaskan dan makan nasi kemarin dalam jumlah banyak sepertinya tidak disarankan karena bisa menyebabkan sakit.
" Bakteri Bacillus cereus yang ditemukan dalam beberapa jenis nasi bisa bertahan selama proses pemasakan. Ketika nasi sudah dingin, spora akan memperbanyak diri dan memproduksi neurotoksin yang bisa membuat sakit," kata Martin Goldberg, ahli mikrobiologi di Nottingham Trent University.
Goldberg menyarankan, jika ingin makan nasi kemarin yang sudah dipanaskan, sebaiknya memasak dalam jumlah kecil dan segera dimasukkan dalam kulkas agar cepat dingin.
(Ism, Sumber: Daily Mail)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya