Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Runnersworld)
Dream - Melihat peserta lomba maraton tentu sudah biasa. Tapi, bagaimana jadinya kalau salah satu di antaranya, berlari mengenakan sepatu hak tinggi?
Pada umumnya, seorang atlet maraton akan berlatih dengan memakai alat-alat berat, seperti membawa backpack, berlari zig-zag, atau berlari di bawah terik matahari.
Berbeda denganIrene Sewell. Atlet yang satu ini nekat latihan dengan memakai high heels. Wanita asal Virginia ini berlatih menggunakan high heels untuk ajang lari maraton sejauh 26,6 mil di 7 Bridges Marathon, Chattanooga.
Menurut laporan Runnersworld, Virginia sudah dua kali mengikuti perlombaan tersebut, sejak tiga tahun yang lalu. Kali ini, ia yakin mampu menyelesaikan maraton dengan menggunakan high heels karena staminanya yang kuat.

Sebelumnya, Irene merupakan penari ballroom profesional yang sudah sangat akrab dengan high heels. Meskipun begitu, dibutuhkan perjuangan untuk dapat berlari menggunakan 2,75 inci dan lebar hak sebesar 1,5 cm.
Setelah berlari, ia merasakan rasa sakit pada kaki dan pinggulnya. Bahkan, dokter pediatrisnya juga menentang keras Irene untuk berlari menggunakan high heels.
Namun, ia tetap gigih untuk melakukan aksinya ini. Irene akhirnya berhasil menyelesaikan maraton dalam waktu 7 jam 27 menit 53 detik. Aksi serupa juga pernah terjadi dalam waktu beberapa tahun yang lalu.
Atlet asal London, Natalie Eckert, pernah mencoba memecahkan rekor ini sebelumnya. Namun, ia gagal karena melepaskan high heels di tengah perjalanan. Wanita tersebut tidak kuat menggunakan high heels, hingga kemudian meneruskan maraton tanpa alas kaki.

Irene akhirnya berhasil memecahkan rekor Guinness Book of Records sebagai atlet wanita yang mampu berlari dengan menggunakan high heels dalam waktu tercepat di dunia.
Irene pun membeberkan rahasia tentang aksi maratonnya yang unik ini. Ketika berlari menggunakan high heels, ia menggunakan kulit moleskin sebagai alas di dalam sepatunya.
Namun, sebaiknya jangan pernah mencobanya jika tidak memiliki pengalaman yang profesional. Sebab, tidak semua orang mampu melakukan aksi berbahaya ini.
(Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya


Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking