7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
(c) Shutterstock
Nggak terasa Piala Dunia 2022 sebentar lagi akan dimulai. Event empat tahunan ini akan diselenggarakan di Qatar pada 20 November hingga 18 Desember 2022 mendatang. Namun, karena adanya isu pemberhentian TV Analog pada sejumlah channel di Indonesia, membuat banyak masyarakat bertanya-tanya. Apakah mereka bisa turut memeriahkan Piala Dunia kali ini atau nggak.
Sebenarnya, ada beberapa cara untuk menonton Piala Dunia atau World Cup 2022. Salah satunya adalah melalui siaran TV digital. Kali ini, Piala Dunia 2022 akan tayang di SCTV, Indosiar, Moji, dan Mentari TV. Semua kanal tersebut menjadi pemegang hak siar resmi untuk pertandingan sepak bola terbesar dunia ini.
Menariknya, siaran Piala Dunia 2022 tergolong dalam free to air. Artinya, siaran ini dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat. Meski demikian, perlu dicatat bahwa Piala Dunia 2022 akan disiarkan di TV digital saja. Hal tersebut juga seturut dengan program Analog Switch Off (ASO) yang dijalankan Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo sejak 2 November pukul 24.00 WIB lalu.
Hingga kini, terdapat setidaknya 222 titik, termasuk Jabodetabek, yang memberlakukan penghentian TV Analog. Bertahap, penghentian siaran ini ditargetkan akan diperluas hingga ke 514 titik di seluruh Indonesia.
Banyak yang bilang kalau mau nonton Piala Dunia 2022 harus punya TV Digital lebih dahulu. Namun, jika kamu masih menggunakan TV Analog di rumah, jangan khawatir dulu. Pasalnya, kamu tetap bisa menonton siaran TV digital melalui TV analog dengan bantuan alat yang bernama set top box (STB).
Set top box berguna untuk mengonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara. Kemudian, gambar dan suara itu bisa muncul di TV analog. Adapun set top box TV digital sudah mendukung digital video broadcasting-second generation terrestrial (DVB-T2) yang menjadi standar TV digital di tanah air.
Karena tingginya kebutuhan set top box, alat bantu tersebut sudah banyak dijual di berbagai e-commerce. Bahkan, di e-commerce Shopee, kamu bisa menemukan promo Set Top Box Terlaris Diskon S/D 45%.
Nggak berdiri sendiri, sejatinya set top box pun masih perlu dilengkapi dengan antena TV digital. Sebabnya, setiap alat STB belum memiliki komponen antena atau penguat sinyal. Antena ini berfungsi sebagai penangkap atau penghubung sinyal antara pemancar dengan perangkat televisi.
Menonton ajang Piala Dunia 2022 di rumah juga nggak perlu antena yang khusus. Akan tetapi, kamu tetap perlu memerhatikan beberapa aspek pada antena yang digunakan. Jika antena TV kamu memiliki dua jenis tuner sekaligus, yakni tuner digital dan tuner analog, berarti TV kamu bisa menerima siaran TV digital dan analog.
Jangan lupa pula untuk memerhatikan kemampuan antena dalam menerima very high frequency (VHF) atau ultrahigh frequency (UHF). VHF digunakan untuk kanal 2-13, sedangkan UHF digunakan untuk kanal 14-36. Sebaiknya, pilihlah antena TV digital yang mampu menerima keduanya.
Nah, sekarang jadi tahu kan bagaimana cara menonton Piala Dunia 2022, meski masih menggunakan TV Analog. Pastinya, semua itu bisa dilakukan dengan mudah menggunakan set top box dan antena TV digital. Yuk, segera beli keduanya agar bisa menikmati tayangan Piala Dunia 2022 dengan lancar.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?