Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Temi Sumarlin (Dream.co.id)
Kesuksesan perancang busana muslim Temi Sumarlin tidak didapatkan dengan mudah. Temi merasakan juga jatuh bangunnya dunia bisnis. Sebelum omzetnya mencapai miliaran rupiah, produk berlabel " Temiko" yang diusungnya sempat ditolak masuk ke dalam salah satu pusat perbelanjaan kelas A di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
" Saya juga merasakan agak pahit. Tahun 2000 saya sempat ditolak karena peraturan mereka begitu ketat, tidak mengizinkan SPG (Sales Promotion Girl) berhijab," kata Temi saat berbincang dengan Dream.co.id di ruang kerjanya, Cikini, Jakarta Pusat.
Kala itu, baru ada sekitar dua atau tiga brand fesyen muslimah di Tanah Air. Omzet 14 tahun lalu baru sekitar Rp 20-30 juta perbulan. Tapi Temi sangat yakin karena pangsa pasarnya di segmen ini masih besar. Temi akui, produk hijab pernah dipandang sebelah mata.
" Mungkin karena mereka tidak berhijab, maka sebagai orang awam mengira kalau hijab itu norak, nggak keren, emak-emak bangetlah," timpal wanita asal Bandung, Jawa Barat ini. " Saya diizinkan membuka store namun dengan banyaknya catatan. Tapi saya mengiyakan dan ingin membuktikan kalau fesyen muslimah tidak begitu."
Temi berjuang mengajak teman-teman desainer bergabung dalam satu tempat. Perjuangan keras tidak sia-sia. Terbukti, pihak mal memberikan apresiasi lebih kepada perancang yang kini menjabat Pemimpin Redaksi Scarf Magazine ini.
" Tiga bulan berjalan fashion hijab dimulai. Semua orang berhijab datang. Enam bulan sampai satu tahun kemudian akhirnya mereka mengakui bisnis ini memang menjanjikan. Saya hanya nyengir," sumringah wanita yang sedang mengandung anak pertama ini.
Kemampuan Temi sudah tidak diragukan lagi. Produk Temiko sudah pernah masuk jajaran desainer kenamaan melalui ajang Indonesia Fashion Week dan Jogja Indonesia Fashion Week. Temi sangat optimistis bisnis fesyen muslimah Tanah Air akan menembus pasaran internasional.
" Terlebih lagi menurut Kementerian Perdagangan, industri kreatif fesyen hijab menyumbang 30 persen di ekonomi global. Dan pada 2020 Indonesia akan menjadi kiblat fesyen muslimah dunia. Bisalah sampai ke kancah internasional," terang Temi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya