Ragam Inovasi Pariwisata Singapura yang Bakal Menyambut Traveler di 2021

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 4 Februari 2021 15:09
Ragam Inovasi Pariwisata Singapura yang Bakal Menyambut Traveler di 2021
Kamu sudah kangen Singapura?

Dream- Sejumlah negara di dunia mulai menata kembali roda ekonominya setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Singapura, sebagai salah satu destinasi jasa di Asia Tenggara, termasuk salah satu yang sudah memulai langkah tersebut.

Sejumlah perusahaan sektor pariwisata di Singapura memanfaatkan berbagai dukungan pemerintah untuk melakukan transformasi produk dan jasa yang mereka tawarkan. Langkah itu diikuti dengan membangun kapabilitas untuk membuka peluang pertumbuhan di masa depan.

Keith Tan, Chief Executive, Singapore Tourism Board (STB) dalam keterangannya pada Kamis, 4 Februari 2021 mengatakan, " Sektor pariwisata Singapura harus berjuang untuk bertahan pada 2020. Bisnis pariwisata kami telah menunjukkan ketahanan dan kemampuan beradaptasi luar biasa selama periode yang sulit ini, memperbarui model bisnis mereka serta memanfaatkan teknologi untuk menemukan solusi di tengah pandemi COVID-19."

Keith mengaku yakin posisi Singapura sebagai salah satu tujuan wisata dan bisnis yang menarik dan aman di dunia masih bisa dikelaol dengan baik. Dia juga melihat prospek jangka panjang sektor pariwisata Singapura. " Meski sepertinya pariwisata massal belum dapat kembali secara signifikan di 2021," tambah Keith Tan.

Berbagai persiapan pemulihan dilakukan pelaku usaha di bidang pariwisata bersama STB untuk mulai membangun masa depan yang lebih baik serta berkelanjutan untuk sektor pariwisata.

Diketahui, Singapura mengalami penurunan baik kunjungan wisatawan maupun penerimaan pariwisata selama 2020.

Kunjungan wisatawan (Visitor Arrivals) turun 85,7 persen pada tahun 2020 menjadi 2,7 juta wisatawan. Data tersebut terutama berasal dari dua bulan pertama di tahun 2020. Penurunan jumlah wisatawan membuat penerimaan pariwisata (Tourism Receipts) merosot sampai 78,4 persen menjadi S$4,4 miliar pada tiga kuartal pertama tahun 2020.

Selama perjalanan global dan penutupan perbatasan Singapura belum pernah berada di titik seperti ini.

1 dari 5 halaman

Berkontribusi di tengah kesulitan

Meski terpuruk, STB tetap senantiasa hadir untuk melayani masyarakat seperti pelayanan hotel, pemandu wisata, dan industri kapal pesiar yang memainkan peran kunci dalam upaya Singapura melawan COVID-19.

Hotel menawarkan propertinya sebagai Fasilitas Karantina Pemerintah, Fasilitas Isolasi Swab, dan Stay-Home Notice Facilities (SDFs). Sementara pemandu wisata menjadi Safe Distancing Ambassadors (SDA).

Pelaku industri kapal pesiar juga menyediakan asrama pekerja migran pertama di dunia dengan kapal pesiar untuk membantu menahan wabah di asrama pekerja migran.

Sejak dimulainya pandemi, STB telah bekerja sama dengan mitra industri untuk memetakan jalur baru bagi sektor pariwisata Singapura. Salah satunya membentuk Tourism Recovery Action Task Force (TRAC) untuk mengidentifikasi peluang yang timbul dari COVID-19, mendorong dan menerapkan beberapa tindakan bersama untuk merencanakan pemulihan dan menanamkan kepercayaan di sektor pariwisata Singapura.

Pada 2020 kemarin, lebih dari 7.000 bisnis pariwisata di Singapura menerima dukungan melalui Job Support Scheme (JSS) untuk mempertahankan karyawan lokal.

STB juga memberikan dukungan untuk membiayai jasa kebersihan profesional yang dilakukan pihak ketiga, bagi para perusahaan di sektor pariwisata yang terkena dampak kasus COVID-19.

Tercatat per 31 Desember 2020 kemarin, sebanyak 57 aplikasi untuk memperoleh dukungan tersebut telah disetujui.

2 dari 5 halaman

Membuka kembali pariwisata dengan aman

Terbukanya kembali sektor wisata Singapura membuat para pegiat pariwisata mencari cara untuk melanjutkan operasi dengan aman sambil memberikan pengalaman pelanggan yang berarti.

STB melibatkan pemangku kepentingan industri untuk mengembangkan proposal pembukaan kembali bisnis mereka dan menerapkan Safe Management Measures (SMM) yang diperlukan.

Per 25 Januari 2021, sebanyak 45 objek wisata, 270 hotel, dan 1.686 tur wisata di Singapura telah menerima persetujuan untuk melanjutkan operasional.

Banyak perusahaan pariwisata di Singapura juga telah mendapat sertifikasi SG Clean sebagai bukti menunjukkan pelaku usaha mematuhi standar tinggi kebersihan lingkungan publik di tempat mereka.

Yup, di tanggal yang sama itu, STB juga mengeluarkan lebih dari 1.390 sertifikat SG Clean Quality Mark untuk industri pariwisata di Singapura.

Mendukung upaya pemasaran dari bisnis pariwisata Singapura dalam rangka membangun permintaan, Marketing Partnership Programme (MPP) memberikan S$20 juta bersamaan dengan Singapore Stories Content Fund (SGSCF) yang bertujuan untuk mendorong pembuat konten membuat cerita menarik tentang Singapura.

Hingga saat ini, 260 bisnis pariwisata telah memperoleh manfaat dari MPP dan 20 proyek telah menerima dana dari SGSCF.

Dengan dukungan berbagai inisiatif dan dana dari STB seperti Business Improvement Fund (BIF) dan skema TIP-iT, bisnis pariwisata mampu berinovasi dan beradaptasi.

STB juga mengembangkan alat untuk lebih mempercepat laju transformasi industri, termasuk Tourism Transformation Index (TXI), dan Singapore Tourism Analytics Network (Stan).

3 dari 5 halaman

Mengingatkan dan menghidupkan kembali impian perjalanan (ke Singapura) untuk pasar Indonesia

Indonesia merupakan pasar yang tangguh dan sumber terbesar kedua untuk sektor pariwisata Singapura sebelum pandemi COVID-19. Posisi ini pula yang mendorong STB Indonesia meluncurkan serangkaian inisiatif baru sepanjang 2020.

Ilustrasi© Shutterstock

Mohamed Firhan Abdul Salam, Area Director STB Indonesia  mengatakan, orang Indonesia selama ini banyak menghabiskan lebih banyak waktu di platform media sosial untuk mencari hiburan dan mencari inspirasi selama pandemi.

" Kami memperkenalkan konten baru di berbagai platform digital yang memungkinkan kami untuk berinteraksi dengan orang Indonesia yang sudah akrab dengan Singapura dan rindu untuk mengunjunginya, serta pengunjung baru yang mungkin terinspirasi untuk mengunjungi Singapura pada waktu yang tepat," ungkapnya 

Lebih jauh, Farhen berharap bisa kembali menanamkan kepercayaan pada masyarakat Indonesia bahwa Singapura aman untuk dikunjungi. Keinginan ini dilakukan dengan beragam penawaran pariwisata inovatif di Singapura saat pembatasan perjalanan dilonggarkan.

Untuk menangkap perhatian yang telah bergeser ke platform digital, STB Indonesia juga meluncurkan serangkaian inisiatif termasuk kampanye di seluruh Asia Tenggara #TravelThrowBack pada Juli 2020 untuk mengajak orang Indonesia bernostalgia akan pengalaman berpergian mereka.

#KangenSingapura, sebuah kampanye yang terdiri dari dua seri konten dengan 6 episode berjudul 'Cook with Me' dengan Chef Martin Natadipraja yang memperkenalkan resep masakan Singapura dan 'Jalan-Jalan Bersama Marissa' dengan aktris dan pembawa acara Marissa Nasution yang memberikan gambaran pertama tentang norma perjalanan baru dan protokol kesehatan yang diterapkan di Singapura.

4 dari 5 halaman

Mempertahankan kemitraan dengan sektor industri pariwisata di Indonesia

Di awal tahun sebelum pandemi merebak, kantor perwakilan STB di Indonesia melakukan serangkaian sesi networking business-to-business (B2B) di Jakarta, Bandung, dan Medan, bertemu dengan lebih dari 330 mitra industri pariwisata Indonesia di ketiga kota tersebut.

Selain itu, STB Indonesia juga sempat menyelenggarakan webinar berjudul " Towards A New Tourism Landscape: Updates from Singapore Tourism Industry" pada Agustus 2020 yang dihadiri 600 mitra industri pariwisata.

Serta ada virtual MICE (Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions) Forum pada Oktober 2020 bertema “ Towards the Safe Resumption of Business Event in Singapore” yang dihadiri hampir 1.000 mitra industri pariwisata, menjadikan webinar terbesar yang diselenggarakan STB hingga saat ini.

Webinar tersebut merupakan platform bagi STB untuk menyampaikan perkembangan terkini terkait situasi dan manajemen COVID-19 di Singapura, serta dampak dan tanggapan dari industri MICE Singapura.

5 dari 5 halaman

Melihat ke depan

Pada 2021 ini, STB akan terus mendukung bisnis pariwisata berkualitas untuk mempertahankan kapabilitas utama serta berinovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

STB juga akan terus mendukung lapangan kerja lokal di Singapura dan menciptakan peluang bagi industri untuk berkembang di lingkungan baru dengan mendorong advokasi dan meningkatkan permintaan domestik.

Meski dengan pengembangan beberapa vaksin, jumlah kunjungan wisatawan- wisatawan dan penerimaan pariwisata Singapura diperkirakan masih akan melemah pada 2021 ini.

Ilustrasi© Shutterstock

“ Sementara situasi tidak dapat diprediksi, kantor STB di Indonesia
memanfaatkan kesempatan dan waktu untuk membangun hubungan baru, mempertahankan yang sudah ada, berinvestasi dalam pelatihan untuk mitra pariwisata dan bersama-sama membuat konten baru yang relevan dan menarik," kata Mohamed.

Mohamed juga menjelaskan beberapa inisiatif baru yang akan diluncurkan STB Indonesia pada 2021 adalah peluncuran kampanye SingapoReimagine untuk pasar Indonesia yang akan membantu para wisatawan menghidupkan kembali impian mereka di Singapura dengan cara baru travelling.

Sebagai bagian dari inisiatif SingapoReimagine berisikan kolaborasi proyek mural antara seniman Indonesia dan Singapura yang akan dilakukan di dua tempat, Jakarta dan Singapura.

STB Indonesia juga akan berupaya untuk menciptakan konten digital yang relevan serta promosi taktikal dan insentif yang menarik dengan para mitra pariwisata kami untuk perjalanan wisata leisure ketika sudah dapat diadakan kembali.

Beri Komentar