JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Temuan awal dari penelitian di Queen Elizabeth Hospital Foundation Trust dan University of East Anglia di Inggris menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dikaitkan dengan kematian yang lebih tinggi pada pasien Covid-19.
Namun perlu diingat bahwa ini masih merupakan temuan awal dari penelitian yang belum mendapat peninjauan dari para peneliti lainnya.
Meski begitu, temuan ini menimbulkan pertanyaan soal perlu atau tidaknya negara yang penduduknya mengalami kekurangan vitamin D untuk mengonsumsi suplemen sebagai tindakan pencegahan.
Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, banyak warga masyarakat yang berada di dalam rumah sepanjang hari dalam waktu yang lama. Sehingga mereka mengalami kekurangan vitamin D yang didapatkan dari sinar Matahari pagi.
Seperti diketahui tubuh mampu memproduksi vitamin D sendiri ketika sel-sel kulit kita terpapar sinar Matahari pagi. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan vitamin D dari makanan seperti ikan dan jamur.
Vitamin D diperlukan untuk mengatur jumlah kalsium dan fosfat dalam tubuh. Vitamin juga dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot.
Kekurangan vitamin D dalam jumlah besar bisa mengakibatkan berbagai macam penyakit kelainan tulang seperti rakitis dan osteomalacia.
Ada juga bukti baru tentang peran vitamin D dalam sistem kekebalan tubuh. Kadar vitamin D yang rendah telah dikaitkan dengan kondisi autoimun.
Kekurangan vitamin D ini juga dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi pada pasien Covid-19 di negara-negara Eropa.
Kaitan tersebut ditemukan setelah dilakukan peninjauan data tentang kadar rata-rata vitamin D di antara penduduk 20 negara di Eropa.
Data ini kemudian dibandingkan dengan angka kematian dari Covid-19 di 20 negara yang sama. Analisis statistik mengungkapkan korelasi yang signifikan.
Wilayah yang mengalami tingkat kematian tertinggi akibat Covid-19 merupakan daerah dengan populasi yang memiliki kadar rata-rata vitamin D sangat rendah.
" Kelompok populasi yang paling rentan terinfeksi Covid-19 juga merupakan kelompok yang paling kekurangan vitamin D," bunyi kesimpulan dalam penelitian tersebut.
Namun, para peneliti memperingatkan bahwa temuan awal mereka ini harus dipertimbangkan dengan hati-hati, karena hanya menggunakan satu variabel.
Wilayah yang penduduknya memiliki kadar vitamin D yang lebih tinggi mungkin mendapat manfaat dari beberapa keuntungan fisiologis lain yang menurunkan risiko kematian mereka dari Covid-19. Sehingga, mengonsumsi suplemen menjadi tidak efektif dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan lainnya karena suplementasi yang tidak perlu.
Tetapi, jika dilakukan peninjauan oleh peneliti lainnya, temuan awal tentang kaitan vitamin D dan Covid-19 ini layak untuk jadi bahan penyelidikan lebih lanjut dalam mengidentifikasi faktor gaya hidup yang dapat meningkatkan atau memperburuk tingkat penyakit yang dialami.
Sumber: IFL Science
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
