Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan aksi perundungan di media sosial lebih berbahaya dibanding tindakan di dunia nyata.
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mencontohkan aksi perundungan di media sosial yang dilakukan warganet bisa dilakukan sangat cepat dan masif ketika muncul suatu peristiwa tertentu.
Contoh terbaru adalah kasus kekerasan yang dialami oleh siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, AY. Saat kasus itu mencuta, warganet dengan cepat melakukan aksi bully kepada siswi berinial A maupun para pelaku.
Untuk mencegak kejadian yang sama berulang, Retno mengingatkan warganet untuk memahami literasi 3B ketika hendak menggunakan media sosial.
" B pertama itu memastikan, benar-benar adakah peristiwa itu," ujar Retno di Gedung KPAI, Jakarta, Senin 15 April 2019.
Retno melanjutkan, B kedua yakni baik atau tidak melakukan penyebaran berita yang ada di media sosial.
" B ketiga, bermanfaatkah apa yang disebarkan," ucap dia.
KPAI meminta kepada warganet untuk berhenti melakukan perundungan di media sosial. Karena, hal itu lebih berbahaya dibanding kasus yang sedang dialami oleh anak korban dan anak pelaku.
" Ada anak yang bunuh diri akibat cyber bully," kata Retno mengingatkan bahaya perundungan di sosial media.(Sah)
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah